Walikota Bitung Dan Wawali Bitung Lakukan Rapat Forkopimda Dalam Aksi Tawuran Dua Kampung, Ini Hasil Rapat Forkopimda 

Kota Bitung, SiberSulut :Di Ruang Merdeka Lounge, Kantor Wali Kota Bitung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bitung menggelar rapat dalam rangka menyelesaikan permasalah tawuran antara dua kampung Empang dan Sarikalapa.

 

Rapat Forkopimda Bitung di pimpin langsung oleh Walikota Bitung Hengky Honandar, SE Wakil Walikota Bitung Randito Maringka,S.Sos di dampingi Sekretaris Daerah Ir IGN Rudy Theno, ST, MT., dan di hadiri langsung untuk TNI-POLRI Maupun Kejaksaan Negeri Bitung Dan Pengadilan Negeri Bitung.

 

 

Dalam rapat Forkopimda Bitung membahas langkah-langkah strategis pemerintah bersama aparat keamanan untuk merespons situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terkait aksi kekacauan yang melibatkan kelompok anak muda di wilayah Sari Kelapa dan Empang.

 

 

Dalam hasil Rapat Walikota Bitung Hengky Honandar, SE menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri akan mengambil sejumlah langkah konkret guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

 

Salah satu langkah yang akan segera dilakukan adalah mendirikan pos pengamanan di ruas jalan yang menghubungkan Sari Kelapa dan Empang.

 

“Pos tersebut bertujuan untuk memantau pergerakan anak-anak muda yang kerap memicu keributan di kawasan itu,” Ucap Walikota Bitung.

 

 

Kemudian juga pemerintah bersama aparat penegak hukum juga akan mendalami kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kekacauan yang terjadi secara berulang.

 

“Tim gabungan dari pemerintah, TNI dan Polri akan memaksimalkan patroli untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan,” ujarnya

 

Lanjut Walikota Bitung, menekankan bahwa pentingnya peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam membantu meredam konflik serta memberikan pembinaan kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan

 

Selain itu perhatian dari orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan yang meresahkan masyarakat,” Kata

 

Pemerintah Kota Bitung juga berencana memanggil para anak muda yang sering terlibat dalam keributan untuk berdialog secara langsung.

 

Melalui dialog tersebut, pemerintah ingin mengetahui kebutuhan mereka, apakah terkait kesempatan kerja, pengakuan jati diri, atau fasilitas olahraga.

 

“Langkah ini Semoga dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meredam konflik serta membangun pembinaan yang lebih positif bagi generasi muda di Kota Bitung,” Harap Hengky Honandar, SE, Usai Selesai rapat Forkopimda Bitung tersebut.

 

Sementara itu, Kapolres AKBP Albert Zai menegaskan bahwa konflik tersebut dipicu oleh hal sepele, yakni saling ejek dan ketersinggungan melalui media sosial.

 

“Permasalahan ini sebenarnya hanya masalah kecil, yaitu saling ejek di media sosial yang kemudian memicu mereka saling mengundang teman-temannya hingga terjadilah tawuran,” Ujarnya.

 

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua guna memberikan pembinaan kepada para remaja.

 

“Tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Kita harus melibatkan semua pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar anak-anak ini bisa mendapatkan pembinaan dan tidak mengulangi perbuatannya,” jelas AKBP Albert Zai

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Bitung agar tidak khawatir, karena pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

“Kami dari Polres Bitung menjamin keamanan Kota Bitung. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk menjaga kota ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

 

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi kenakalan remaja atau potensi konflik di lingkungan masing-masing