Sibiersulut.com- Slogan “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP) tampaknya kembali ternoda oleh mental korup oknum pencatat keuangan negara! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan Operasi Tangkap Tanggan (OTT) ugal-ugalan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait skandal jual beli hasil audit di Pemkab Muara Enim.
Dalam rilis di Gedung Merah Putih, Kamis (11/6), Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein membeberkan barang bukti panas yang disita, mulai dari duit tunai ratusan juta hingga satu unit mobil SUV Mitsubishi Pajero Sport mewah milik makelar proyek swasta, Augusz Dewanggara (AGG).
Kronologi Skandal: Negosiasi Fee Ubah Data Rusak
Skandal memalukan ini berawal saat BPK menemukan borok keuangan yang melebihi batas toleransi pada Laporan Keuangan Pemkab Muara Enim Tahun Anggaran 2025. Alih-alih diperbaiki secara jujur, Bupati Muara Enim, Edison, diduga malah memerintahkan anak buahnya untuk “mengondisikan” temuan tersebut melalui jalur belakang.
Berikut rincian negosiasi hitam yang dibongkar KPK:
Tarif 1,6 Miliar: Lewat perantara makelar Augusz, disepakati tarif fantastis sebesar Rp 1,6 miliar atau setara 1-2% dari pagu anggaran proyek infrastruktur demi menghapus temuan korupsi di laporan BPK.
Siap Kirim Pasukan: Setelah deal, Augusz sesumbar bakal “mempersiapkan pasukan” untuk mengurus internal BPK melalui Ketua Tim Pemeriksa BPK Sumsel, Titin Rita Lestari.
Uang Dikirim Pakai Dua Jalur: Setoran awal Rp 500 juta dicairkan dari pemotongan proyek dinas pendidikan. Duit ini dibagi dua jalur: Rp 200 juta mendarat di Jakarta untuk para calo (Augusz dan Mulyono), sedangkan Rp 300 juta dikirim balik ke Sumsel untuk sang Bupati.
Tragedi OTT ini menjadi tamparan keras bagi kredibilitas BPK sebagai benteng transparansi negara. Bagaimana masyarakat bisa percaya keuangan negara aman, jika hasil auditnya saja bisa dinegosiasikan di bawah meja layaknya barang dagangan di pasar?
KPK menegaskan tidak akan berhenti di sini dan siap memburu siapa saja “pasukan” BPK yang ikut menikmati duit haram tersebut. Kita kawal sampai tuntas!…






