Rampungkan Pembangunan, Proyek Alun-Alun Minahasa Utara Masuki Tahap Serah Terima
MINUT SIBERSULUT – Proyek pembangunan Alun-Alun Minahasa Utara kini resmi memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara, Senin (2/2/2026). Pencapaian ini menandakan bahwa seluruh item pekerjaan fisik di lapangan telah tuntas diselesaikan oleh pihak pelaksana sesuai dengan spesifikasi dan kontrak kerja yang disepakati sejak awal pembangunan.
Sebagai langkah awal sebelum PHO diputuskan, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Minahasa Utara telah bergerak cepat melakukan Mutual Check Akhir (MCA) pada hari sebelumnya. Pemeriksaan menyeluruh ini dilakukan untuk memastikan tidak ada detail pekerjaan yang terlewat, sehingga kualitas bangunan tetap terjaga sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah.
Memperkuat proses verifikasi tersebut, tim dari Inspektorat Kabupaten Minahasa Utara juga terpantau turun langsung ke lokasi alun-alun hari ini. Kehadiran tim pengawas internal ini bertujuan untuk melakukan finalisasi pengecekan, guna menjamin bahwa hasil pekerjaan yang tampak secara fisik selaras dengan data administratif maupun angka volume yang telah diverifikasi sebelumnya.
Kepala Bidang Bangunan Gedung dan Permukiman Dinas PUPR Minahasa Utara, Rekso Wibowo, ST., M.Ars., menjelaskan bahwa PHO merupakan rangkaian panjang yang sangat krusial. Menurutnya, proses ini sejatinya telah bergulir sejak pelaksanaan Mutual Check awal, yang mencakup pemeriksaan administrasi hingga puncaknya pada pemeriksaan akhir pekerjaan di lapangan.
Rekso menekankan bahwa meskipun kelengkapan berkas administrasi memegang peranan penting, validasi fisik di lapangan tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, keterlibatan Inspektorat sangat dibutuhkan untuk memastikan kembali bahwa seluruh angka dan volume pekerjaan yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lokasi proyek.
Dengan tuntasnya tahap serah terima sementara ini, wajah baru Alun-Alun Minahasa Utara diharapkan segera menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat. Fokus selanjutnya adalah memastikan masa pemeliharaan berjalan optimal sebelum nantinya ikon baru kebanggaan warga Tanah Tonsea ini dapat digunakan sepenuhnya untuk berbagai aktivitas publik.






