Sulawesi Utara, SiberSulut : Suasana tak tenang melanda warga di kawasan Madidir, Kota Bitung. Pasalnya, sejumlah warga menemukan aktivitas mencurigakan yang dilakukan oleh salah satu kendaraan tangki Transportir pengangkut bahan bakar minyak yang selama ini sering beroperasi di wilayah tersebut.
Kejadian tercatat pada Sabtu (09/05/2026), di mana pada waktu sore hari, kendaraan tangki tersebut terlihat masuk ke lokasi tempat penimbunan bahan bakar jenis solar di kawasan Madidir, Kota Bitung.
Tak berhenti di situ, pada malam harinya kendaraan yang sama terlihat kembali keluar dari lokasi tersebut, dengan dugaan masih mengangkut muatan bahan bakar jenis solar.
Pergerakan masuk dan keluar dalam waktu yang cukup singkat itu memicu kecurigaan mendalam di kalangan warga.
Pasalnya, pola aktivitas tersebut dinilai tidak wajar dan menimbulkan banyak pertanyaan besar: Apa sebenarnya yang terjadi di dalam lokasi penimbunan? Apakah ada perpindahan muatan, pengaliran, atau praktik lain yang tidak sesuai aturan dan izin yang berlaku?
Warga sekitar yang sudah lama mengamati pola pergerakan kendaraan tersebut akhirnya angkat bicara dengan nada keras dan penuh kekecewaan.
“Kami sudah lama melihat kendaraan tangki ini aktif bergerak di sekitar kota, namun kejadian hari ini makin membuka mata kami. Masuk sore, keluar malam, masih membawa muatan yang sama — hal ini sangat tidak wajar dan sangat mencurigakan! Jangan-jangan ada aliran bahan bakar yang tidak sesuai jalur resmi, ada penyelewengan yang merugikan negara dan rakyat banyak. Bahan bakar adalah barang strategis, milik bersama, dan harus diawasi seketat-kerasnya!” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika dugaan ini terbukti benar. Mereka menilai praktik semacam ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan kesejahteraan masyarakat luas, memicu kelangkaan, hingga menaikkan harga yang memberatkan.
“Kami tidak mau Kota Bitung dijadikan tempat main-main oleh pihak-pihak yang hanya memikirkan keuntungan sendiri di atas penderitaan orang banyak! Ini sudah berlangsung lama dan terlihat berulang-ulang, artinya ada yang luput dari pengawasan atau bahkan ada pihak yang sengaja membiarkan,” tambahnya dengan nada geram.
Karena itu, warga secara bersama-sama menyampaikan tuntutan tegas kepada seluruh aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, bea cukai hingga instansi terkait lainnya.
“Kami meminta dengan sekeras-kerasnya kepada aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata dan telinga terhadap laporan serta fakta yang ada! Segera turun ke lapangan, lakukan pengecekan mendalam, teliti setiap dokumen, izin, jumlah muatan, dan alur perjalanannya. Jangan biarkan ada perlindungan atau kelemahan pengawasan yang dijadikan celah kejahatan. Lakukan penyelidikan secara transparan, buktikan kebenarannya, dan jika terbukti ada pelanggaran, proses hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu, siapa pun pelakunya!”
“Kami juga minta agar lokasi penimbunan tersebut diperiksa menyeluruh, apakah sudah berizin sah, apakah kapasitasnya sesuai ketentuan, serta bagaimana alur masuk dan keluar barangnya selama ini. Jangan sampai tempat yang seharusnya menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat justru menjadi sarang praktik tidak bertanggung jawab,” tegas mereka.
Di tengah kekhawatiran dan kemarahan yang meluap, warga tetap menyampaikan harapan besar mereka agar keadilan benar-benar ditegakkan.
“Harapan kami satu dan mutlak: Hukum harus tegak lurus, tidak ada yang diistimewakan, tidak ada yang dilindungi. Kami ingin melihat bahwa setiap penyimpangan mendapat balasan setimpal, sehingga menjadi pelajaran dan efek jera bagi siapa saja yang berniat merugikan negara dan rakyat.
Kami ingin Kota Bitung menjadi wilayah yang bersih dari praktik gelap, tempat di mana kepentingan umum menjadi yang utama, bukan kepentingan segelintir orang. Kami percaya dan berharap aparat mampu membuktikan kewibawaan serta melindungi hak kami sebagai warga negara!”
Kini, seluruh mata masyarakat tertuju pada tindak lanjut aparat. Warga berjanji akan terus memantau dan mengawasi, serta tidak akan segan menyuarakan pendapatnya jika dirasa belum ada langkah nyata yang diambil.








