http://Kota Bitung, SiberSulut :Usai proses penyembelihan dua ekor sapi kurban di Masjid AT-TAQWA, Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Direktur Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., bersama istri tercinta dan seluruh jajaran personel, langsung turun tangan membagikan daging kurban kepada masyarakat.
Penyaluran dilakukan secara merata dan langsung diserahkan ke tangan para penerima: jamaah masjid, lansia, kaum dhuafa, hingga warga masyarakat pesisir dan para nelayan yang berdomisili di sekitar wilayah kerja satuan tersebut, Rabu sore (27/05/2026) .
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang penuh makna, menegaskan komitmen Polri khususnya Ditpolairud Polda Sulut untuk selalu hadir, dekat, dan peduli menyentuh lapisan masyarakat paling luas, termasuk mereka yang menggantungkan hidup di laut.
Suasana berlangsung hangat, haru, dan penuh kebersamaan, seolah menghapus jarak antara aparat dan warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menyampaikan bahwa, “Bagi kami, kurban bukan sekadar tradisi ibadah, tapi wujud nyata rasa syukur atas perlindungan Allah dalam menjaga laut dan kedaulatan wilayah Sulawesi Utara, serta wujud kasih sayang kami kepada masyarakat.
Kami sengaja turun langsung membagikan ini, agar keberkahan Idul Adha benar-benar terasa sampai ke tangan saudara-saudara kami, mulai dari jamaah masjid, orang tua lanjut usia, mereka yang membutuhkan, hingga para nelayan yang setiap hari berjuang mencari nafkah di laut—karena merekalah bagian terpenting dari masyarakat pesisir yang kami jaga,” ujar Dirpolairud.
Ia menambahkan, “Semoga daging kurban ini membawa kebahagiaan, keberkahan, dan sedikit meringankan beban hidup saudara sekalian. Semoga semangat berbagi, berkorban, dan saling peduli ini terus hidup di hati setiap anggota Ditpolairud, menjadi kekuatan untuk semakin profesional, semakin tangguh menjaga keamanan laut, dan semakin lembut hati melayani rakyat.
Kami berharap ikatan persaudaraan yang terjalin hari ini semakin kokoh, semakin erat, dan menjadikan masyarakat pesisir serta nelayan semakin percaya bahwa Polri—khususnya Polairud—adalah pelindung, pengayom, dan sahabat sejati mereka. Mari terus bersatu, saling mendukung, menjaga kerukunan, dan bersama-sama menjaga keamanan laut kita agar tetap aman, damai, dan berkah bagi seluruh warga Sulawesi Utara,” tegasnya.
Sementara itu, Salah seorang nelayan setempat, Arif yang menerima pembagian daging kurban secara langsung, tampak sangat terharu dan gembira. Ia menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam serta apresiasi istimewa atas perhatian yang diberikan.
“Kami mewakili teman-teman nelayan dan warga pesisir di sini, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terima kasih tak terhingga kepada Bapak Direktur, Ibu, dan seluruh bapak-bapak polisi dari Ditpolairud Polda Sulut.
Sungguh kami tidak menyangka dan sangat bersyukur diperhatikan seperti ini. Bukan hanya saat ada masalah di laut saja Bapak-bapak ada di sisi kami, tapi di hari raya suci seperti ini pun kami ingat dan dibagikan rezeki,” ungkap Sofyan dengan mata berbinar.
“Ini adalah perhatian yang sangat besar, luar biasa, dan sangat menyentuh hati kami. Kami sangat mengapresiasi langkah mulia, kehadiran langsung, dan kepedulian nyata yang ditunjukkan keluarga besar Ditpolairud. Ini membuktikan benar kata orang: Polri itu sangat dekat, sangat peduli, dan benar-benar milik rakyat,” tambahnya penuh rasa hormat.
Di akhir pernyataannya, Sofyan juga mengharapkan bahwa, “kebersamaan, kasih sayang, dan perhatian indah ini senantiasa terjaga, terus berlanjut, dan semakin ditingkatkan ke depannya.
Kami berdoa semoga Bapak Direktur, Ibu, seluruh personel dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, serta keberkahan berlimpah dalam menjalankan tugas berat menjaga laut dan negara tercinta. Semoga Ditpolairud Polda Sulut semakin jaya, semakin kuat, dan selalu dilindungi Allah SWT dalam setiap tugas. Kami pun berjanji akan selalu mendukung dan menjaga keamanan di wilayah kami, demi kedamaian bersama,” pungkas Sofyan.
Kegiatan ditutup dengan, Foto Sesi bersama dan doa bersama serta jabat tangan penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bahwa di Bitung, keamanan laut dan kebersamaan sosial berjalan beriringan dalam satu semangat persaudaraan.








