Mitra, SiberSulut |Standar pelayanan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di ruang tahanan kembali ditegakkan oleh Polres Minahasa Tenggara (Mitra).
Dalam rangka memastikan keamanan, kelayakan, dan kenyamanan bagi para tahanan, tim gabungan yang terdiri dari Perwira Pengawas (Pawas) Ipda Novi Kindangen, Perwira Pengendali (Padal) Ipda Valentin Lakidong, dan Pembantu Ahli Madya Pertama (Pamapta) Ipda Eko Julianto melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang tahanan, pada Sabtu (25/07/2026).
Kegiatan pengecekan ini dilakukan secara kolaboratif bersama petugas piket Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) serta Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Mitra.
Langkah sinergis ini menunjukkan komitmen pimpinan untuk menerapkan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel, guna mencegah segala bentuk penyimpangan atau kelalaian dalam penanganan tersangka.
Dalam proses pemeriksaan, tim fokus pada beberapa aspek vital: verifikasi jumlah tahanan agar sesuai dengan data administrasi, pengecekan kondisi kesehatan fisik dan mental, kelengkapan dokumen hukum, kebersihan lingkungan sel, serta penggeledahan barang bawaan pribadi.
Hasilnya sangat menggembirakan. Tidak ditemukan adanya barang-barang terlarang yang sering menjadi sumber masalah di rutans, seperti narkoba, telepon seluler (handphone), maupun senjata tajam.
Situasi ruang tahanan terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Jumlah tahanan juga tercatat akurat sesuai dengan buku register, membuktikan disiplin administrasi yang tinggi dari petugas Sat Tahti.
Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K., M.Han., Melalui Kasi Humas sekaligus Perwira Pengendali, Ipda Valentin Lakidong, menyampaikan bahwa pengecekan rutin ini adalah wujud nyata dari “pengawasan melekat” yang diperintahkan langsung oleh pimpinan tertinggi satuan.
“Ini perintah Bapak Kapolres. Pengecekan tahanan wajib dilakukan secara rutin oleh Pawas, Padal, dan Pamapta bersama Sat Tahti dan Propam. Tujuannya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti tahanan sakit, melarikan diri, maupun peredaran barang terlarang di dalam rutan,” ungkap Ipda Valentin dengan tegas.
Pernyataan ini menegaskan filosofi pencegahan (preventive) sebagai kunci utama manajemen risiko di institusi penegak hukum. Dengan adanya pengawasan yang ketat namun fair, potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak dini.
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Pawas Ipda Novi Kindangen selama inspeksi adalah pentingnya pendekatan humanis dalam bertugas. Ia mengingatkan seluruh petugas jaga tahanan untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan ketersediaan makan, minum, dan akses kesehatan yang memadai sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Izinkan saya menekankan agar petugas selalu bersikap humanis. Berikan pelayanan makan, minum, dan kesehatan sesuai SOP. Dan yang paling penting, larang keras adanya tindakan kekerasan terhadap tahanan dalam bentuk apa pun,” tegas Ipda Novi.
Pesannya jelas: meskipun status mereka adalah tersangka, hak dasar mereka sebagai manusia tetap harus dilindungi. Polisi hadir bukan untuk menyiksa, tetapi untuk mengamankan proses hukum dengan bermartabat.
Kegiatan pengecekan rutin di Polres Mitra ini mengirimkan sinyal positif kepada masyarakat luas bahwa reformasi internal Polri terus berjalan hingga ke level operasional terkecil.
Ketika seorang perwira secara terbuka menekankan larangan kekerasan dan jaminan layanan kesehatan, itu adalah bukti bahwa budaya premanisme telah digantikan oleh budaya profesionalisme dan empati.
Bagi para tahanan dan keluarga mereka, kehadiran tim pengawas adalah jaminan bahwa nasib mereka dipantau dengan adil.
Bagi publik, ini adalah konfirmasi bahwa uang negara dan kepercayaan masyarakat dikelola dengan integritas tinggi. Tidak ada ruang gelap untuk penyalahgunaan wewenang di bawah sinar pengawasan yang terang benderang.






