Kota Bitung, SiberSulut :Memasuki hari ke-17 Ramadan 1447 Hijriah, suasana khidmat terasa di kediaman H.Ruslan Abdul Gani, S.Sos., M.M bersama Istri tercinta Hj. Indrawati Gani, SE., dan keluarga
saat jamaah berkumpul untuk melaksanakan Salat Isya dan Tarawih secara berjamaah.
Sejak malam hari, jamaah dari berbagai kalangan mulai memadati kediaman rumah haji Gani untuk mengikuti rangkaian ibadah yang menjadi tradisi setiap bulan suci Ramadan.
Kehadiran jamaah yang antusias menambah semarak sekaligus kekhusyukan pelaksanaan ibadah malam tersebut.
penuh kebersamaan dan kekeluargaan di kediaman mereka di Perum Bumi Dian Indah, Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sabtu (07/03/2026),
Sebelum Salat Tarawih dimulai, jamaah terlebih dahulu menyimak ceramah singkat yang disampaikan oleh ustadz Drs. H Sudarto Katijo, M.P.I
Ustadz. Drs. H Sudarto Katijo, M.P.I mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah serta memperkuat keimanan
Kehadiran para tokoh tersebut menambah kekhusyukan suasana ibadah di kediaman rumah haji Gani
Ramadan pun menjadi momentum kebersamaan bagi umat Islam untuk mempererat ukhuwah serta meningkatkan kualitas ibadah dalam meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT
Ia Menambahkan bahwa, Islam agama yang memberikan petunjuk kepada umat manusia bagaimana menjalani kehidupan dengan benar. Ajaran Islam menuntun manusia untuk mencapai kebahagiaan yang didambakan, baik di dunia maupun di akhirat.
Salah satu aspek penting yang membentuk kebahagiaan hidup adalah kemampuan membina hubungan yang baik dengan sesama muslim.
Islam menekankan pentingnya membangun ukhuwah Islamiyah, persaudaraan antarsesama muslim. Ukhuwah Islamiyah diibaratkan seperti satu bangunan yang kokoh, di mana setiap muslim saling menguatkan dan mendukung satu sama lain.
Dengan menjalin hubungan yang baik, umat Islam dapat saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam hal agama, sosial, maupun ekonomi.
Ukhuwah Islamiyah didasari oleh rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama muslim.
Rasa cinta ini diwujudkan dengan saling menghormati, menghargai, dan membantu satu sama lain. Ukhuwah Islamiyah juga dilandaskan oleh rasa persamaan dan kesatuan sebagai umat Islam
Membina hubungan yang baik dengan sesama muslim merupakan perintah Allah swt yang ditegaskan dalam Al-Quran dan hadits. Dalam surat Ali Imran ayat 103, Allah berfirman mengingatkan tentang pentingnya bersatu dan kompak dalam kehidupan sosial. Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا
Artinya, “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai.” (QS Ali Imran: 103).
Imam Al-Baghawi dalam kitab Tafsir Al-Baghawi, juz II halaman 103, mengutip riwayat Ibnu Mas’ud yang mengatakan, surat Ali Imran ayat 103 menegaskan pentingnya persatuan dan kekompakan umat Islam.
yang mengatakan, surat Ali Imran ayat 103 menegaskan pentingnya persatuan dan kekompakan umat Islam.
Ayat ini menyeru kaum mukminin untuk berpegang teguh pada tali Allah, yang ditafsirkan sebagai bersatu dan senantiasa kompak dalam urusan sosial kemasyarakat atau jamaah.
Tali ini menjadi ikatan yang menyatukan umat muslim, sehingga mereka tidak terpecah belah oleh perselisihan.
Ia juga mengingatkan kembali nikmat Allah yang telah diberikan kepada umat Islam. Sebelumnya, mereka hidup dalam permusuhan dan saling berperang. Namun, Allah swt mempersatukan hati mereka dan menjadikan mereka bersaudara.
Ini merupakan nikmat yang besar, karena perpecahan hanya akan membawa umat Islam kepada jurang kehancuran. Dengan menekankan nikmat persaudaraan yang diperoleh dari persatuan, Allah swt mengajak kaum mukminin untuk bersyukur.
Ayat ini memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi umat Islam sebelum dan setelah mendapatkan hidayah. Ini menjadi pelajaran berharga bahwa perpecahan hanya akan mendatangkan keburukan, sementara persatuan menjadi jalan menuju kebaikan dan keberkahan.
menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan umat Islam. Dengan bersatu dan menjaga kekompakan, umat Islam akan menjadi kuat dan kokoh. Sebaliknya, perpecahan akan melemahkan mereka dan membuat mereka rentan terhadap berbagai ancaman. Dengan memahami pesan yang terkandung dalam surat Ali Imran ayat 103, umat Islam diharapkan dapat senantiasa menjaga ukhuwah Islamiyah dan menjauhi segala bentuk perpecahan
Di sisi lain, Rasulullah saw juga bersabda mengingatkan kaum muslimin untuk senantiasa bersatu dan tidak bercerai-berai. Terlebih agar tidak sampai berkonflik. Dalam hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim, Nabi saw mengingatkan bahwa termasuk tanda keimanan seseorang ialah ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya, “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Membina hubungan baik dengan sesama muslim membawa banyak manfaat. Ukhuwah Islamiyah dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Ukhuwah Islamiyah juga dapat meringankan beban dan kesulitan hidup. Selain itu, Ukhuwah Islamiyah dapat menciptakan suasana yang damai dan harmonis dalam masyarakat.
Terdapat banyak cara untuk menjalin ukhuwah Islamiyah. Kita dapat memulai dengan menjalin hubungan yang baik dengan tetangga, keluarga, dan teman-teman sesama muslim.
Kita juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial bersama-sama. Dengan saling mengenal dan memahami satu sama lain, Ukhuwah Islamiyah dapat terjalin dengan kokoh.
Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan untuk mempererat tali persaudaraan antarsesama umat Islam. Dengan ukhuwah Islamiyah, umat Islam dapat menjadi umat yang kuat dan bersatu padu
bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui berbagai amal kebaikan.
Dalam ceramahnya, Ustadz Hairuddin juga menekankan pentingnya rasa syukur sebagai seorang Muslim.
“Kita patut bersyukur karena lahir sebagai seorang Muslim.
Lebih dari itu, kita juga harus bersyukur dengan menjadi Islam yang patuh kepada perintah Allah dan Rasul-Nya dengan mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak jamaah untuk terus memperkuat tauhid serta berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat), terlebih di bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan penuh ampunan (maghfirah)
Kegiatan ibadah malam tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan masyarakat, di antaranya Kerukunan Keluarga Selatan Kota Bitung, Manado, toko agama, toko masyarakat dan Ibu-ibu Majelis Taklim di kota bitung.
Terlihat juga Komandan Dodik Secata Rindam Xlll/Merdeka Letkol Inf Ade R.W, S.I.P, M.H.I, M.Sc. Bersama Ketua Persit KCK Ranting 2 Cabang X PD Xlll/Merdeka Dr. Rezky Ade Rohmat dan pengurus Persit dan Anggota Perwira Secata Rindam Xlll/Merdeka.






