Manado, SiberSulut : Dalam rangka mendukung dan menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2027, jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara menghadiri acara Rapat Identifikasi Pertahanan dan Keamanan Batas Negara Wilayah Laut.
Kegiatan strategis ini berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, dan menjadi forum penting dalam merumuskan langkah-langkah pengamanan wilayah perbatasan laut ke depannya.
Direktur Polisi Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah poin penting terkait strategi pengamanan wilayah perbatasan.
Dalam paparannya, Dirpolairud menekankan betapa vitalnya peran pengamanan laut mengingat posisi geografis Sulut yang strategis dan berbatasan langsung dengan negara lain.
“Wilayah laut Sulawesi Utara adalah garda terdepan kedaulatan NKRI. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat kita butuhkan untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah tahun 2027 mendatang. Identifikasi dini terhadap potensi masalah, titik rawan, dan kebutuhan sumber daya adalah langkah awal yang sangat krusial,” ujar Kombes Pol Bayuaji.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan di laut bukan hanya tugas satu instansi saja, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi lintas sektoral yang solid.
Dirpolairud juga menyampaikan himbauan keras namun penuh kedisiplinan kepada seluruh elemen yang terlibat maupun masyarakat luas:
1. Tingkatkan Kewaspadaan
“Kita harus selalu waspada terhadap segala potensi gangguan keamanan, baik itu ilegal fishing, penyelundupan, maupun pelanggaran batas wilayah. Laporan dini sangat membantu kami dalam bertindak cepat.”
2. Jaga Komunikasi dan Koordinasi
“Himbauan saya kepada seluruh instansi terkait, TNI, instansi pemerintah daerah, hingga nelayan dan pelaku usaha maritim, mari jaga komunikasi yang baik. Tidak ada jarak dalam menjaga keamanan, semua harus saling melapor dan saling mengisi.”
3. Taat pada Aturan Hukum Laut
“Setiap aktivitas di laut harus berjalan sesuai koridor hukum. Mari kita jaga agar perairan Sulut tetap aman, kondusif, dan bebas dari tindakan yang merugikan negara.”
Di akhir kesempatannya, Kombes Pol Bayuaji Yudha menyampaikan harapan besar dari hasil rapat koordinasi ini.
“Harapan saya, melalui rapat identifikasi ini, dapat terumuskan langkah-langkah strategis yang jelas dan tepat sasaran. Kami ingin tercipta sistem pertahanan dan keamanan laut yang kuat, terintegrasi, dan responsif.”
“Semoga ke depannya, sinergi antara semua pihak semakin solid, sehingga kedaulatan wilayah laut Indonesia di Sulawesi Utara tetap terjaga utuh, aman, dan sejahtera untuk generasi sekarang dan yang akan datang,” pungkasnya.








