Kota Bitung, SiberSulut :Kedaulatan negara tidak hanya dijaga oleh kekuatan pertahanan, tetapi juga oleh stabilitas mata uang sebagai simbol identitas bangsa. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan kegiatan “Ekspedisi Rupiah Berdaulat” yang merupakan kolaborasi strategis antara Bank Indonesia (BI) dan TNI Angkatan Laut di Sulawesi Utara.
Bertempat di Satuan Kapal Patroli (Satrol) Bitung Kodaeral Vlll tepatnya di kelurahan Winenet Dua, Aertembaga,Kota Bitung, Selasa (23/06/2026)
Ekspedisi Rupiah Berdaulat dirancang sebagai wujud komitmen bersama untuk memastikan ketersediaan dan distribusi uang Rupiah yang layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Melalui armada patroli TNI AL, BI mampu menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil yang selama ini sulit diakses layanan perbankan konvensional, sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya mencintai dan menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran sah yang berdaulat.
Dalam program strategis nasional yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Sinergi antara unsur pertahanan dan otoritas moneter ini menunjukkan bahwa kehadiran negara di wilayah kepulauan dilakukan secara holistik, baik dari aspek keamanan maupun kesejahteraan ekonomi.
Dalam keterangannya, Dankodaeral VIII Manado, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tony Herdijanto, S.E., M.Sc., menyatakan bahwa Kolaborasi TNI AL dan BI adalah model pelayanan publik yang efektif bagi masyarakat kepulauan.

“Semoga ekspedisi Rupiah Berdaulat ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak titik di wilayah 3T Sulawesi Utara. Dengan menggunakan kapal patroli TNI AL, kita membuktikan bahwa negara hadir tidak hanya membawa rasa aman, tetapi juga membawa kemudahan akses keuangan dan edukasi literasi kepada warga di pelosok kepulauan,” ujar Laksma Tony Herdijanto.
Sementara itu, Kapoksahli Pangdam XIII/Merdeka, Brigjen TNI Saptono Syiwarudi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kodaeral VIII Manado atas fasilitasi dan dedikasi mereka dalam mendukung program BI.
Menurutnya, keterlibatan TNI AL dalam misi kemanusiaan dan ekonomi ini sejalan dengan tugas pokok TNI sebagai pelindung segenap tumpah darah Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kodaeral VIII Manado yang telah bersinergi luar biasa dengan Bank Indonesia. Ini adalah bukti nyata bahwa TNI tidak hanya bertugas di medan tempur, tetapi juga aktif mendukung ketahanan ekonomi nasional,” tegas Brigjen Saptono Syiwarudi.
Ia berharap, kolaborasi lintas sektoral ini dapat menjadi standar pelayanan di wilayah perbatasan dan kepulauan lainnya.
“Semoga sinergitas antara TNI, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya semakin kuat. Mari kita pastikan setiap jengkal wilayah NKRI merasakan manfaat kehadiran negara, baik melalui perlindungan keamanan maupun pemerataan layanan keuangan,” pungkasnya.
Kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat berlangsung tertib, aman, dan lancar, meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya integrasi kebijakan pertahanan dan ekonomi. Di tengah tantangan global dan dinamika regional, kemampuan negara untuk mendistribusikan mata uang sah hingga ke titik terjauh adalah indikator kedaulatan yang sesungguhnya.
Melalui langkah konkret ini, Pemerintah Pusat, TNI, dan Bank Indonesia mengirimkan sinyal jelas kepada masyarakat Sulawesi Utara: bahwa tidak ada wilayah yang terlupakan, dan tidak ada warga yang dibiarkan tanpa akses terhadap simbol kedaulatan bangsa. Ekspedisi ini bukan sekadar pengiriman uang, melainkan penegasan bahwa NKRI adalah satu kesatuan utuh yang saling menguatkan dari Sabang sampai Merauke, dari daratan hingga lautan terdalam.






