Kota Bitung, SiberSulut :Pemerintah Kota Bitung menggelar upacara bendera yang istimewa, sekaligus memperingati dua momentum penting nasional, yaitu Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh 2 Mei 2026 dan Hari Otonomi Daerah (Otda) 25 April tahun 2026.
Acara berlangsung khidmat dan tertib di Lapangan Upacara Kantor Walikota Bitung, Jl. Sam Ratulangi No.45, Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, pada Senin (4/5/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Walikota Bitung Hengky Honandar, SE, didampingi oleh Wakil Walikota Bitung Randito Maringka, S.Sos. Turut hadir pula jajaran Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bitung.

Dalam amanatnya Mendagri yang di bacakan Irup Walikota Bitung Hengky Honandar, SE menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintahan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan otonomi daerah.
“Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema besar ‘Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita’. Tema ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta kemampuan daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri dan optimal.”
“Otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri. Oleh karena itu, seluruh kepala daerah dan aparatur sipil negara harus bekerja dengan orientasi hasil, efisien, dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.”
“Beberapa hal strategis yang perlu menjadi perhatian utama antara lain: penguatan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah, reformasi birokrasi berbasis hasil yang didukung oleh digitalisasi, serta penguatan kemandirian fiskal daerah untuk mengurangi ketergantungan pada dana transfer.”

“Kita juga harus terus fokus pada peningkatan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan perlindungan sosial, terutama di daerah tertinggal, terluar, dan terpencil. Selain itu, perkuat kolaborasi antar daerah untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing.”
“Mari kita manfaatkan otonomi ini dengan penuh tanggung jawab, menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta terus berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera sesuai dengan visi Asta Cita,” demikian isi amanat yang dibacakan.








