Keluarga Besar TNI AL Berduka, Kodaeral VIII Manado Gelar Penghormatan Terakhir untuk Laksamana Pertama TNI Febri Yakob Paruntu Tangkudung
Minahasa Utara, SiberSulut :Seluruh jajaran TNI Angkatan Laut menyelimuti rasa duka yang mendalam atas wafatnya putra terbaik bangsa, Almarhum Laksamana Pertama TNI Febri Yakob Paruntu Tangkudung, S.T., M.Sc., M.Han.
Sosok pemimpin, sahabat, dan teladan yang telah mendedikasikan seluruh pengabdiannya bagi kemajuan TNI Angkatan Laut serta pertahanan dan keamanan negara ini, dimakamkan dengan penuh penghormatan dan kekhidmatan.
Rangkaian prosesi persemayaman dan pemakaman dipimpin langsung oleh Komando Armada VIII (Kodaeral) Manado.
yang berlangsung di kediaman almarhum yang beralamat di Desa Watudambo Jaga 6, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada hari Sabtu, 25 April 2026, pukul 14.00 Wita.
Prosesi berlangsung dengan tertib, khidmat, dan diwarnai suasana haru, dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Laut, pimpinan instansi, tokoh masyarakat, kerabat dekat, serta keluarga besar almarhum. Dalam acara persemayaman, Inspektur Upacara dijabat oleh Komandan Kodaeral VIII Manado, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., sedangkan Komandan Upacara dipimpin oleh Letkol Marinir Helmi Hamsyir, M.Tr.Opsla.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama, antara lain Laksma TNI Dovian Isjafrin, S.H., M.M.Tr., CIT. selaku Kepala Pusat Lalu Lintas Laut Kawasan, Laksma TNI Tony Herdijanto, S.E., MSC selaku Wakil Komandan Kodaeral VIII Manado, Kolonel Laut (P) Andohar M.Tr.Opsla selaku Inspektur Kodaeral VIII, Kolonel Marinir Ali Sumbogo, S.E., M.M. selaku Kepala Kelompok Staf Ahli Kodaeral VIII, beserta seluruh Pejabat Utama Kodaeral VIII Manado.

Kehadiran juga ditunjukkan oleh Kolonel Laut (P) Rafael Dwinatu A.P., S.T., M.Tr. Hanla selaku Komandan Satuan Sinyal 4 Likupang, para Kepala Dinas dan Kepala Satuan Kerja di lingkungan Kodaeral VIII, serta para Purnawirawan Angkatan Laut. Secara keseluruhan, prosesi ini dihadiri oleh sekitar 200 orang pelayat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Di antara para hadirin, hadir pula Kepala Satuan Pelayanan Kewilayahan Angkatan Laut (Fasharkan) Bitung yang dipimpin oleh Letkol Laut (T) Dyan Setiawan, M.Tr.Opsla., beserta seluruh jajarannya. Kehadiran ini menjadi bukti nyata kepedulian, rasa hormat yang mendalam, serta wujud persaudaraan yang erat yang terjalin di dalam keluarga besar TNI Angkatan Laut.
Keluarga besar Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah seorang pejabat tinggi TNI Angkatan Laut, Laksamana Muda (Laksma) TNI Febri Yakob Paruntu Tangkudung.
Dalam sambutan yang dibacakan Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., keluarga besar Kodaeral VIII mengajak seluruh hadirin untuk tetap sabar, tabah, dan tawakal menghadapi musibah ini seraya mengakui kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
Laksda Dery Triesananto Suhendi menyampaikan bahwa selama hidupnya, almarhum senantiasa menunjukkan tutur kata dan budi pekerti yang baik serta memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian dan pengorbanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Marilah kita bersama-sama mendoakan semoga arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala dosa-dosanya, serta kita yang ditinggalkan tetap mengenang jasa-jasa almarhum semasa hidupnya kepada bangsa dan negara,” ujar Laksda Dery dalam sambutannya.
Selaku Inspektur Upacara atas nama bangsa dan negara, Dankodaeral VIII menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Ia juga memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan dalam menerima takdir ilahi.
Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moral maupun material sehingga pelaksanaan upacara pemakaman dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

“Semoga semua amal baik Bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Sambutan tersebut diakhiri dengan doa dan harapan agar pengabdian almarhum menjadi amal ibadah yang diterima.
Acara diakhiri dengan salam penutup “Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom, selamat sore”.

Upacara dan persemayaman dan pemakaman berlangsung secara tertib dan penuh penghormatan sesuai kode etik militer.






