Kota Bitung, SiberSulut:Rukun Partangiangan Bona Taon Naimarata – Borbor Marsada Boru-Bere/Ibebere Bitung, Minahasa Utara dan sekitarnya menggelar Pesta Bona Taon 2026 sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025 sekaligus memohon berkat dan perlindungan dalm menjalani tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Halaman Gereja ( HKBP )HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN, RESORT BITUNG, DISTRIK XVlll, Indonesia Bagian Timur, Kel. Girian Atas Lingkungan lll No 1, Kecamatan Girian,Kota Bitung, Sulawesi, Utara, Sabtu 14/02/2026.
Acara tersebut dihadiri oleh anggota rukun yang berasal dari berbagai marga Batak yang berdomisili di Kota Bitung, Minahasa Utara, serta wilayah sekitarnya.

Ketua Panitia S. Pasaribu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Batak yang selalu dilaksankan di mana pun berada untuk bersyukur, mempererat tali persaudaraan, srta memperkuat iman dan kebersamaan.
“Sebagai masyarakat perantau yang berasal dari Sumatera Utara, khususnya suku Batak, kami tetap memegang teguh dan melestarikan budaya yng diwariskan oleh nenek moyang kami,”kata ketua didampinggi, Ketua BPH Rukun H. Tarihoran dan Penasehat Rukun S. St. Manik
“Di tanah perantauan ini, kami dipersatukan dalam satu rukun atau punguan untuk bersama-sama mensyukuri penyertaan Tuhan dalam kehidupan kmi,”sambungnya.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 rukun telah melewati berbagai dinamika kehidupan, baik suka maupun duka. Oleh karena itu, melalui Pesta Bona Taon ini seluruh anggota rukun memanjatkan rsa syukur atas perlindungan Tuhan, sekaligus memohon agar di tahun 2026 Tuhan terus menyertai perjalanan hidup, pekerjaan, serta keluarga setiap anggota rukun.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi ungkapan iman dan pengharapan kami kepada Tuhan, agar ke depan kami tetap diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dlam menjalani kehidupan,” tambahnya.
Selain ibadah syukur, Pesta Bona Taon juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan bernuansa budaya Batak. Salah satunya adalah penampilan tortor, tarian adat Batak yang sarat makna dan nilai historis.

Melalui penampilan budaya tersebut, rukun berharap generasi muda Batak yang lahir dan besar di perantauan ttap mengenal, mencintai, dan melestarikan bdaya leluhur.
Nah jadi menurutnya, keberadaan rukun tidak hanya bertujuan menjaga identitas budaya, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat setempat untuk terus bersosialisasi, menjaga kerukunan, dan berkontribusi positif bagi lingkungan di Kota Bitung dan sekitarnya.
“Kami berharap rukun ini selalu diberkati Tuhan, tetap solid, dan mampu menjadi bagian dari masyarakat Bitung yang hidup rukun dan damai. Kehadiran kami di sini kiranya dapat membawa dampak positif dan menjadi berkat bagi sesama,”pungkasnya.






