Kota Bitung, SiberSulut :Sebuah terobosan besar di bidang telekomunikasi berhasil diwujudkan Pemerintah Kota Bitung. Setelah puluhan tahun sebagian wilayahnya mengalami kekosongan jangkauan sinyal atau blankspot, sejak 1 Juni 2026, seluruh wilayah Kota Bitung resmi menikmati layanan konektivitas komunikasi yang merata dan berkualitas.
Pencapaian ini disampaikan melalui program unggulan bertajuk “Bitung Merdeka Signal”, yang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur, termasuk di sektor digital.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., didampingi Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos., menyatakan bahwa keterbukaan akses komunikasi ini adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Selama puluhan tahun, keterbatasan sinyal menjadi hambatan utama bagi warga dalam mengakses informasi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga memajukan pelaku usaha dan perekonomian daerah.
“Selama ini kita sering mendengar keluhan warga tentang sulitnya mendapatkan sinyal telepon dan internet di berbagai sudut kota. Kini, masalah yang sudah berlangsung puluhan tahun itu akhirnya terpecahkan. Mulai hari ini, Bitung merdeka dari hambatan komunikasi,” ungkap Wali Kota Hengky.
Pembangunan menara pemancar dan optimalisasi jaringan yang telah dilakukan menjadi kunci terwujudnya pemerataan sinyal tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menargetkan tercapainya Indonesia Digital, di mana tidak ada satu pun daerah yang tertinggal dalam keterhubungan informasi.
Wakil Wali Kota Randito Maringka menambahkan bahwa konektivitas yang baik menjadi pondasi penting untuk mempercepat kemajuan daerah.
“Dengan sinyal yang stabil dan merata, masyarakat bisa lebih mudah berkomunikasi, pelaku usaha bisa memasarkan produknya lebih luas, dan generasi muda dapat mengakses ilmu pengetahuan tanpa batas. Ini adalah modal besar bagi masa depan Bitung,” jelasnya.
Masyarakat Kota Bitung menyambut baik pencapaian ini. Kini, harapan akan kemudahan berkomunikasi dan akses informasi yang setara akhirnya menjadi kenyataan setelah sekian lama dinanti.
Program ini diharapkan dapat terus ditingkatkan kualitasnya guna mendukung percepatan pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.








