MINUT SIBERSULUT – Roland Maringka, Ketua DPD Pamsimas Sulut sekaligus Direktur PDAM Minahasa Utara, menjadi sosok sentral dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) DPD PERPAMSI Sulawesi Utara yang digelar di The Sentra Hotel Manado, Sabtu (28/02/2026).
Beliau yang secara aktif mengkoordinasikan seluruh rangkaian acara, memastikan setiap unsur penting dapat tercakup dalam diskusi bersama.
Perhelatan yang menjadi momentum transformasi perusahaan air minum di Bumi Nyiur Melambai ini juga menjadi bukti kemampuannya dalam menyatukan berbagai pihak terkait.
Semua langkah perencanaan yang dirumuskan diatur secara matang oleh tim yang dipimpin langsung olehnya.
Acara yang dibuka oleh Ketua Umum DPP PERPAMSI Pusat Tedi Setiabudi mendapatkan dukungan penuh dari Roland Maringka.
Dalam sesi pembukaan, Tedi menyampaikan bahwa agenda utama perubahan status hukum PDAM menjadi Perumda atau PT serta peningkatan kesehatan kinerja sangat sesuai dengan kebutuhan daerah.
Ia telah mempersiapkan data dan analisis mendalam terkait kondisi PDAM se-Sulawesi Utara sebelum acara berlangsung.
Setiap usulan yang diajukan oleh pusat mendapatkan tanggapan konstruktif berdasarkan realitas lapangan yang diketahuinya.
Tedi memuji Roland Maringka yang menjadi perwakilan daerah dan mendapatkan apresiasi tinggi atas kekompakan yang terjalin di Sulut.
“Kami melihat komitmen luar biasa yang dipimpin langsung oleh Bapak Roland untuk mengimplementasikan rencana strategis pusat,” ujar Tedi dalam sambutannya.
Tedi menegaskan bahwa Rakerda ini bukan sekadar seremoni melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan air minum.
Sementara Rolan Maringka menjelaskan PDAM yang kurang sehat akan dirubah.
“Targetnya sekarang PDAM yang kurang sehat harus menjadi sehat, dan yang sudah sehat harus naik kelas ini adalah program yang kami laksanakan secara terukur bersama seluruh jajaran,” tegas Roland.
Roland Maringka melibatkan dengan pihak BPKP jauh sebelum Rakerda berlangsung untuk menyusun kerangka kerja sinergi yang efektif.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja operasional sekaligus memperkuat transparansi keuangan di setiap daerah.
Menurutnya, dukungan teknis dari BPKP akan menjadi pondasi yang kokoh untuk membangun PDAM yang profesional dan akuntabel.
Roland Maringka menyatakan bahwa kehadiran tokoh-tokoh kunci dalam Rakerda ini memberikan suntikan semangat besar bagi para Direktur PDAM se-Sulawesi Utara.
Beliau berhasil menyatukan pandangan berbagai pihak untuk menegaskan visi bersama: menjadikan seluruh PDAM di Sulut tumbuh secara kolektif.
Dengan semangat konsolidasi yang beliau tanamkan, seluruh peserta sepakat untuk menyelesaikan tantangan teknis maupun manajerial secara bersama-sama.
“Kita bekerja tidak untuk satu perusahaan saja, melainkan untuk memberikan pelayanan air minum yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” pungkas Roland dalam penutupan sesi. (Ipul)






