MINAHASA UTARA – Kabupaten Minahasa Utara menorehkan sejarah baru di sektor pariwisata. Mega proyek Hotel Shangri-La Manado milik PT Deybudo Pariwisata Prima resmi dimulai. Groundbreaking dilaksanakan di Desa Wisata Budo, Kecamatan Wori, Minggu (1/11).
Proyek hotel bintang lima berstandar internasional ini, kehadirannya diproyeksikan menjadi penopang utama ekosistem pariwisata Bumi Tonsea.
Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E Ganda mengatakan, masuknya Shangri-La Group membuktikan Minut sangat terbuka dan prospektif bagi investasi global.
“Minut punya keunggulan geografis luar biasa. Dekat Bandara Internasional Sam Ratulangi dan masuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang. Inilah magnet investasi,” tegas Joune Ganda di hadapan investor dan tamu undangan.
Bupati memastikan Pemkab Minut akan mengawal penuh perizinan dan pembangunan agar berjalan sesuai target. Menurutnya, investasi ini akan membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi warga pesisir.
Perwakilan Pemegang Saham PT Deybudo Pariwisata Prima, Yulissa Baramuli, mengapresiasi kepercayaan Shangri-La Group menanamkan modal di Budo. Ia optimistis hotel tersebut akan mendongkrak citra pariwisata Sulut di mata dunia.
Visi besar proyek diungkap Presiden Komisaris SSP Group, Dewi Kam. Hotel ini dirancang terintegrasi dengan wisata bahari unggulan Sulut.
“Hotel di Budo tidak jauh dari Taman Nasional Bunaken. Nanti akan ada dermaga pribadi, tamu bisa langsung diving ke Bunaken,” jelas Dewi Kam.
Ia menegaskan proyek ini harus dikelola secara profesional karena menjadi ikon baru pariwisata Sulawesi Utara.
(***/v)






