http://Sulawesi Utara, SiberSulut :Menyikapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu dan prediksi peningkatan curah hujan lebat disertai angin kencang. Satuan Patroli (Satrol) Bitung Komando Daerah Maritim (Kodaeral) VIII mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Peringatan ini ditujukan khusus bagi para nelayan, warga kepulauan, dan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Pihak Satrol Bitung Kodaeral VIII menilai, kondisi cuaca yang berubah cepat berisiko tinggi memicu berbagai bencana alam seperti banjir, genangan air yang meluas, tanah longsor di wilayah berbukit, hingga peristiwa pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun kerugian harta benda warga.
Berikut langkah antisipasi yang disarankan agar masyarakat tetap aman dan terhindar dari risiko bencana:
1. Hindari lokasi rawan: Jauhi lereng tebing, pinggiran sungai, atau daerah curam yang berisiko longsor; jangan berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat disertai angin kencang.
2. Bersihkan saluran air: Pastikan selokan, parit, dan drainase di sekitar rumah tidak tersumbat sampah agar air mengalir lancar dan tidak menimbulkan genangan.
3. Amankan dokumen berharga: Simpan surat berharga, dokumen penting, dan barang bernilai tinggi di tempat yang lebih tinggi, kering, dan aman dari jangkauan air.
4. Cek instalasi listrik: Pastikan sambungan dan peralatan listrik aman, terhindar dari risiko korsleting jika terjadi banjir atau genangan air.
5. Pantau cuaca & kelayakan kapal: Cek informasi cuaca dan tinggi gelombang laut sebelum melaut; pastikan kapal laik laut, mesin prima, serta peralatan keselamatan pelayaran lengkap dan berfungsi baik.
Mengingat karakter wilayah Sulawesi Utara yang banyak dikelilingi laut, terdiri dari pulau-pulau, serta memiliki kontur tanah yang beragam, kesiapan dan kehati-hatian ekstra sangat diperlukan dari semua pihak.
“Kami memandang perlu untuk mengingatkan kembali seluruh elemen masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di laut maupun tinggal di pinggir pantai dan daerah perbukitan, agar selalu waspada. Potensi cuaca ekstrem saat ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berdampak luas, baik di daratan maupun di perairan.
Keselamatan adalah prioritas utama, dan pencegahan sejak dini adalah langkah paling tepat untuk meminimalkan risiko terjadinya musibah,” tegas Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D, S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP .
Pihak satuan juga mengimbau warga untuk senantiasa memantau informasi perk cuaca dan kondisi gelombang laut dari instansi berwenang sebelum beraktivitas.
Bagi nelayan, disarankan untuk memastikan kelaikan kapal dan kelengkapan alat keselamatan, serta menghindari melaut jika kondisi alam dinilai membahayakan. Sementara itu, warga di daratan diharapkan menjauhi lokasi rawan longsor, membersihkan saluran air, dan bersiap siaga menghadapi kemungkinan banjir atau pohon tumbang.
Imbauan ini disebarluaskan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian satuan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah hukumnya, serta memperkuat sinergi dalam menghadapi potensi bencana alam.








