Randito Maringka: Sinergi Pemkot Bitung Dan Pemprov Kunci Sukses Pengembangan KEK Bitung
Kota Bitung, SiberSulut :Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Bitung terus menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan dan menjadi pusat perhatian dunia usaha.
Dalam kunjungan kerjanya di Jalan Piere Tendean, Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Kamis (30/04/2026),
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., menyampaikan kabar baik bahwa nilai investasi yang diproyeksikan masuk ke kawasan ini sepanjang tahun 2026 diprediksi mencapai angka fantastis sebesar Rp10,5 triliun.
Kedatangan Gubernur disambut langsung oleh Wakil Walikota Bitung, Randito Maringka, S.Sos., beserta jajaran pemerintahan kota. Turut hadir memberikan pengamanan dan menyambut kedatangan tersebut Kapolres Bitung, AKP Albert Zai, S.I.K., M.H., beserta personelnya.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat dan pengusaha antara lain Michael Toar Sondakh, Pingkan Sondakh, Jeffry Wowiling, Alfred Salindeho, Veysco Dandel, dan Julius Ondang.

Dalam keterangannya kepada awak media, Gubernur Yulius Selvanus menjelaskan bahwa meningkatnya kepercayaan investor ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur yang telah dibangun secara maksimal.
Pernyataan Gubernur Yulius Selvanus:
“Sepanjang tahun ini, investasi di KEK Bitung diperkirakan mencapai Rp10,5 triliun. Angka ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Bitung sangat besar. Salah satu faktor utamanya adalah kesiapan infrastruktur yang kami bangun,” ujar Gubernur Yulius.
Lebih lanjut dijelaskan, kawasan seluas hampir 100 hektare tersebut kini telah dilengkapi dengan akses jalan yang memadai, pasokan listrik yang stabil, serta ketersediaan air yang cukup. Semua fasilitas ini menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha.
Fokus Sektor Unggulan dan Akses Logistik
Saat ini, sebagian besar investor yang masuk bergerak di sektor perikanan dan pertanian. Di sektor perikanan, akan dibangun fasilitas pengolahan hasil laut yang modern, sementara sektor pertanian difokuskan pada komoditas unggulan seperti kelapa, pala, dan cengkeh yang memiliki potensi ekspor sangat tinggi.
Selain infrastruktur fisik, keunggulan lain yang ditawarkan adalah kemudahan akses logistik. Pemerintah telah membuka jalur pelayaran langsung dari Pelabuhan Bitung menuju negara-negara di Asia Timur, seperti China dan Jepang.
“Saat ini ekspor tidak perlu lagi melalui kota lain seperti Surabaya atau Jakarta. Dari Bitung sudah bisa langsung berangkat. Ini membuat distribusi barang menjadi jauh lebih cepat, efisien, dan menekan biaya operasional,” tegasnya.
Gubernur juga meninjau langsung sejumlah titik di kawasan tersebut untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung investasi telah berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, Wakil Walikota Randito Maringka, S.Sos. menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Kota untuk mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi.
“Kami siap mendukung penuh upaya percepatan investasi di KEK Bitung. Kami berharap masuknya investasi sebesar ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata, membuka lapangan kerja, dan secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bitung,” ujar Randito.
Ia menambahkan, posisi geografis Bitung yang strategis berada di jalur perdagangan internasional dan berdekatan dengan pelabuhan menjadi aset berharga yang menjadikan kawasan ini sebagai pusat industri dan logistik di Indonesia Timur.
“Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara Pemprov dan Pemkot sangat kami perlukan agar pengembangan KEK ini bisa berjalan optimal, mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tutup Randito Maringka.






