30 Oktober 2026
Screenshot_20260511_062411_Chrome

๐™ˆ๐™„๐™‰๐™๐™ โ€“ Penutupan Penguatan Kompetensi sebanyak 36 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkup Pemkab Minahasa Utara resmi menyelesaikan Masa Pelatihan Dasar (Latsar) Tahun 2026, berlangsung di Kampus Integritas BPSDMD Sulut, Desa Watutumou Kalawat. Jumat, 8 Mei 2026.

Acara penutupan dihadiri langsung Bupati Minahasa Utara ๐‘ซ๐’“ ๐‘ฑ๐’๐’–๐’๐’† ๐‘ฎ๐’‚๐’๐’…๐’‚ dan didampingi seluruh OPD Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Kegiatan yang bersumber dari DPA BKPSDM Minahasa Utara Tahun Anggaran 2026 ini menandai kesiapan para aparatur muda untuk terjun sepenuhnya dalam pelayanan publik di Bumi Klabat.
โ€ŽDikesempatan tersebut, โ€‹Plt Kepala BKPSDM Minahasa Utara, ๐‘ซ๐’“๐’”. ๐‘ฑ๐’๐’”๐’”๐’š ๐‘ช. ๐‘ฒ๐’‚๐’˜๐’†๐’๐’ˆ๐’Š๐’‚๐’, ๐‘ด๐‘จ๐‘ท, dalam laporannya merinci bahwa peserta terdiri dari 21 laki-laki dan 15 perempuan. Selama 21 hari, para peserta telah menempuh total 511 jam pelajaran melalui metode klasikal dan non-klasikal.

โ€Fokus utama Latsar ini adalah membangun karakter ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral dan pemahaman mendalam terkait nilai-nilai dasar bela negara,โ€ jelas Jossy.

โ€Žโ€‹Ia menambahkan bahwa kurikulum pelatihan telah diselaraskan dengan UU Nomor 20 Tahun 2023, guna mencetak ASN yang adaptif terhadap konsep smart governance dan memiliki kompetensi sosial kultural yang kuat.

Sementara dalam sambutannya, โ€‹Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, MSi, menegaskan bahwa Latsar bukanlah sekadar formalitas administratif untuk mengubah status kepegawaian dari CPNS menjadi PNS.

โ€Pelatihan ini merupakan fondasi krusial untuk membentuk pola pikir, karakter, dan budaya kerja ASN yang profesional serta berorientasi pada pelayanan publik,โ€ tegas Bupati JG.

Ia juga menekankan beberapa poin penting bagi para lulusan:

โ€ข โ€‹Internalisasi Nilai BerAKHLAK: Lulusan wajib menerapkan nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam setiap tindakan.
โ€Žโ€ข โ€‹Inovasi dan Teknologi: Di tengah tantangan zaman, ASN dilarang hanya bekerja secara rutinitas, namun harus berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi.
โ€ข โ€‹Integritas sebagai Sorotan Utama: Selain kompetensi teknis, Bupati mengingatkan ASN untuk menjunjung tinggi kejujuran dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.

Untuk itu, โ€‹Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menaruh harapan besar agar 36 lulusan ini menjadi motor penggerak atau agen perubahan (agent of change) yang membawa semangat baru dalam tata kelola pemerintahan yang bersih.

(***/V)