Video Streaming
BITUNG SIBERSULUT – Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Wahyu Slamet Kota Bitung Kodaeral VIII menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ekologi wilayah pesisir.
Kegiatan Kerja Bakti Peduli Lingkungan digelar di Kecamatan Maesa, Kelurahan Bitung Tengah, tepatnya di ruas Jalan Samratulangi depan Bank BNI.
Aksi ini menjadi bentuk kontribusi institusi militer mendukung Program Presiden Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Kegiatan kerja bakti juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota.
Kegiatan pembersihan sepanjang ruas jalan pusat kota Bitung dipimpin langsung oleh Kepala RSAL (Karumkital) Dr. Wahyu Slamet Kodaeral VIII Manado, Mayor Laut (K) dr. Birril Qudsi, Sp.B-Onk (K).
Sebanyak 65 anggota dari RSAL Dr. Wahyu Slamet Kota Bitung terlibat aktif dalam kegiatan yang berfokus pada kawasan Jalan Samratulangi.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada posisinya yang menjadi jalur utama lalu lintas dan pusat aktivitas masyarakat kota Bitung.
Keterlibatan seluruh elemen RSAL menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung program peduli lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Karumkital.
Pada apel tersebut, diberikan arahan mengenai tujuan kegiatan serta pembagian tugas sesuai dengan area yang akan dibersihkan.
Setelah itu, seluruh peserta dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong langsung bergerak melakukan pembersihan sampah di sepanjang kawasan target.
Suasana kegiatan penuh dengan semangat kerja sama dan antusiasme untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan.
Langkah konkret dari TNI Angkatan Laut ini menyasar sejumlah titik krusial yang erat kaitannya dengan aktivitas sehari-hari warga kota Bitung.
Fokus pembersihan tidak hanya pada pengangkatan sampah, namun juga diarahkan pada pembenahan fasilitas umum yang ada di sekitar kawasan.
Tim juga melakukan normalisasi saluran air untuk mencegah penyumbatan yang berpotensi menyebabkan genangan dan masalah sanitasi.
Selain itu, dilakukan penataan area pemukiman padat penduduk untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan tempat tinggal masyarakat.






