Joune Ganda: Bermula dari Usul 500, Kini Minut Boyong 1.000 Bantuan Rumah

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

MINAHASA UTARA – Di balik meja birokrasi, terkadang dibutuhkan lebih dari sekadar berkas usulan untuk membawa perubahan nyata ke daerah. Hal itulah yang dibuktikan oleh Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Lewat sebuah langkah strategis dan lobi yang jitu, ia berhasil mengamankan “kado spesial” bagi warga Minut di awal tahun 2026: bantuan 1.000 unit rumah dari kementerian.

​Pencapaian ini tergolong prestisius. Di saat daerah lain masih menunggu kepastian, Minahasa Utara justru menjadi satu-satunya kabupaten di Sulawesi Utara yang berhasil memboyong kuota sebanyak itu dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

​Diplomasi di Ibu Kota

​Rahasia di balik angka fantastis ini ternyata ada pada keberanian sang Bupati untuk melihat celah peluang di Jakarta. Joune Ganda bercerita, awalnya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara hanya mengajukan usulan untuk 500 unit rumah. Namun, ia tidak ingin sekadar mengirim surat dan menunggu.

​Didampingi Gubernur Sulawesi Utara, Joune melakukan lobi langsung dengan bertemu Menteri PKP. “Kalau ke Jakarta, kita harus bisa melihat peluang. Usulan kita awalnya hanya 500 unit, tapi setelah komunikasi dan tindak lanjut yang intens, yang disetujui justru 1.000 unit,” ungkapnya dengan nada bangga, Selasa (13/1/2026).

​Langkah agresif ini bukan tanpa alasan. Bagi Joune, kreativitas dan terobosan seorang kepala daerah adalah kunci agar kepentingan masyarakat di daerah bisa terdengar hingga ke pusat kekuasaan.

​Membangun Kepercayaan Melalui Rekam Jejak

​Namun, lobi di Jakarta tentu tidak akan mempan tanpa bukti kinerja di lapangan. Kementerian PKP nampaknya terpikat oleh rapor konsistensi Minahasa Utara. Sejak tahun 2021, Pemkab Minut tercatat sangat disiplin mengalokasikan anggaran perbaikan rumah melalui APBD dan dukungan CSR.

​”Mungkin ini yang membuat Minut dipercaya oleh kementerian. Kita konsisten membantu masyarakat soal perumahan sejak lama,” jelas Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Minut, Donald Tintingon.

​Ambisi yang Belum Usai

​Angka 1.000 unit—yang setara dengan nilai Rp20 miliar—ternyata belum membuat Joune Ganda puas. Dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses melakukan lobi tahap pertama, ia kini membidik target yang lebih besar.

​”Kita akan berupaya supaya bisa bertambah hingga 1.500 unit,” tegas Joune.

​Bagi masyarakat Minut, keberhasilan diplomasi sang Bupati bukan sekadar soal angka di berita, melainkan harapan nyata tentang atap rumah yang lebih kokoh dan hidup yang lebih layak di tahun-tahun mendatang.