Modus Jahat Fitnah & LP Palsu, Puboksa: Ini Perbudakan Gaya Baru Yang Harus Dihentikan

Sulut, SiberSulut:Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, Ketua Persatuan Organisasi Lembaga Adat Sulawesi Utara (POLA SULUT), Puboksa Hutahaean, menyatakan sikap bulat dan tegas. Meskipun organisasi ini baru berdiri selama 4 tahun, ia menegaskan bahwa rekam jejak dan perjuangan POLA SULUT sudah terbukti sangat kuat dalam memenangkan puluhan kasus perburuhan di Sulawesi Utara.

 

ORGANISASI MUDA, VISIONER, DAN BERANI

Dalam keterangannya, sosok yang dikenal vokal, tegas, namun juga visioner dan idealis ini menegaskan komitmennya.

 

“POLA SULUT memang organisasi muda, tapi taring kami sudah terbukti. Kami tidak takut dan tidak bisa dibeli. Bitung dan Sulut harus bebas dari perlakuan tidak adil. Kepada seluruh buruh, jangan takut untuk bersuara. Kalian adalah pahlawan ekonomi bangsa, kalian punya hak yang harus diperjuangkan,” ujar Bang Boksa sapaan akrabnya, dengan penuh semangat.

 

Ia menyerukan agar seluruh elemen pekerja bersatu padu. “Buruh adalah satu elemen penting dalam perjalanan bangsa ini. Jadi torang semua harus SITOU TIMOU TUMOU TOU (Satu Hati, Satu Pikiran, Satu Tujuan) dalam membela hak-hak buruh,” tegasnya.

 

36 ORMAS KOMPAK, SIAP PERJUANGKAN HAK PEKERJA

 

Puboksa juga menegaskan bahwa seluruh 36 Organisasi Masyarakat (ORMAS) yang tergabung dalam wadah POLA SULUT sepakat, kompak, dan solid untuk terus memperjuangkan hak-hak pekerja.

 

Salah satu fokus perjuangan saat ini adalah kasus yang menimpa karyawan perusahaan nabati.

“Kami tidak tinggal diam melihat nasib 12 orang karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun. Mereka difitnah dengan tuduhan melakukan kesalahan besar, lalu di-PHK secara tidak hormat dan bahkan dilaporkan ke polisi (dibuatkan LP). Ini modus jahat untuk menghilangkan hak mereka,” ungkapnya.

 

Menurutnya, perlakuan semacam ini tidak boleh dibiarkan. “Mereka mengabdi puluhan tahun membangun daerah, tapi saat tua dan sakit dibuang begitu saja dengan cara yang tidak manusiawi. Ini harus diakhiri!” serunya.

 

PESAN PENTING MENJELANG 1 MEI

 

Dengan gaya khasnya yang tegas namun berwawasan, Ketua Puboksa mengajak seluruh buruh untuk bangkit.

“Jangan takut! Hari ini mereka, besok bisa jadi giliran kalian. Mari bersatu, mari bersuara. POLA SULUT siap bergerak total membela kalian sampai menang.”

 

“Buruh bukan beban, buruh adalah penggerak roda ekonomi. Maka hargailah kami sebagaimana mestinya,” tutupnya.