Kota Bitung, SiberSulut :Pemerintah Kota Bitung secara resmi membuka rangkaian kegiatan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Bitung tahun 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring putra-putri terbaik daerah yang nantinya akan ditugaskan untuk melaksanakan tugas mulia sebagai pengibar bendera merah putih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun.
Pembukaan kegiatan berlangsung secara khidmat di Ruangan Sinyo Harry Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, dan dibuka langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bitung, Forsman Dandel, S.Sos., M.A.P. Beliau didampingi oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bitung, Agus Momijo, S.E., serta sejumlah pejabat dan panitia penyelenggara, Senin (27/04/2026).
Dalam sambutannya, Walikota Bitung Hengky Honandar, SE yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyampaikan bahwa Paskibraka bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan sebuah kehormatan, tanggung jawab besar, dan bukti cinta tanah air.

Oleh karena itu, proses penyaringan dilakukan secara ketat, objektif, dan transparan guna mendapatkan peserta yang benar-benar memenuhi kriteria, baik dari segi fisik, keterampilan, pengetahuan, maupun sikap dan akhlak.
“Paskibraka adalah garda terdepan yang menjadi simbol semangat persatuan, kesatuan, dan perjuangan bangsa. Mereka yang terpilih nantinya akan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya, karena di pundak mereka tertanam amanah untuk mengibarkan bendera kebanggaan bangsa ini dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.
Melalui seleksi ini, kami berharap dapat menemukan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, disiplin, serta berkarakter kuat,” ujar Forsman Dandel.

Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan potensi generasi muda, sekaligus menanamkan nilai-nilai sejarah, cinta tanah air, dan rasa kebangsaan sejak dini. Para peserta yang mengikuti seleksi ini akan melalui berbagai tahapan penilaian, meliputi tes administrasi, tes kesehatan, tes fisik, tes pengetahuan kebangsaan, hingga penilaian sikap dan perilaku.
“Kami mengajak kepada seluruh generasi muda Kota Bitung yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Jadikan kesempatan ini sebagai sarana untuk mengembangkan diri, mengasah kemampuan, dan mengukir pengalaman berharga yang akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup kalian. Bagi yang terpilih, tunjukkan kemampuan terbaik, dan bagi yang belum beruntung, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus berusaha dan berprestasi di bidang lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bitung, Agus Momijo, S.E., mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.

“Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, Pelaksanaan seleksi mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 serta Surat Keputusan Wali Kota Bitung Nomor 188.45/HKM/SK/76/2026 tentang penetapan panitia pelaksana.
Sebanyak 107 peserta mengikuti seleksi tahun ini, terdiri dari 52 putra dan 55 putri dari berbagai SMA/SMK sederajat di Kota Bitung.
Dari jumlah tersebut akan dipilih 52 peserta terbaik, dengan dua pasang di antaranya akan mewakili Kota Bitung ke tingkat provinsi, sementara 48 lainnya akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Oleh karena itu,tahapan seleksi meliputi tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), seleksi kesehatan dan parade, seleksi peraturan baris-berbaris (PBB) dan samapta, hingga seleksi kepribadian.
Peserta yang lolos akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan (diklat) selama 18 hari dengan materi baris-berbaris, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta pembinaan mental dan karakter.






