Kota Bitung, SiberSulut :Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada pagi hari ini, memicu respons cepat dari Kepolisian.
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bitung segera mengerahkan personel untuk melakukan pengecekan dan pengamanan di sejumlah titik pesisir pantai yang berpotensi terdampak tsunami.
Berdasarkan laporan lapangan, starting pukul 08.20 WITA, anggota Sat Polairud Polres Bitung secara serentak turun ke lapangan untuk memantau kondisi air laut dan evakuasi warga jika diperlukan.
Pengecekan dilakukan di tujuh lokasi strategis, yakni Pantai Kelurahan Tandurusa, Pantai Kelurahan Makawidey, Pesisir Pantai Kelurahan Kasawari, Kompleks Perikanan Pelelangan Ikan di Kelurahan Aertembaga II, Pantai Kelurahan Motto, Pantai Kelurahan Posokan, serta Pantai Kelurahan Batu Putih yang diperiksa pada pukul 09.40 WITA.
Dalam keterangannya, kasat Polairud Polres Bitung, Ipda Jhonny Marisi, S.H., dalam keterangannya menyatakan bahwa hingga saat ini situasi di seluruh titik pantau terpantau aman dan kondusif. Tidak ada laporan kenaikan permukaan air laut yang signifikan atau kerusakan infrastruktur akibat gempa tersebut.
“Personel kami telah memeriksa seluruh garis pantai di wilayah hukum Polres Bitung. Hingga pukul 10.00 WITA, situasi masih terkendali dan tidak ada indikasi tsunami,” ujar Ipda Jhonny Marisi.
Meski demikian, Ipda Jhonny memberikan himbauan tegas kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengunjung pantai, untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Ia mengimbau agar warga tidak panik namun tetap siaga mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak kembali ke area pantai jika belum dinyatakan aman oleh BMKG. Tetap pantau informasi resmi melalui kanal pemerintah dan hindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan,” tambahnya.
Terpisah, Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, memberikan apresiasi tinggi atas kesiapsiagaan dan kecepatan respons yang ditunjukkan oleh jajaran Ditpolairud Polda Sulut, khususnya personel yang bertugas di Polres Bitung.
Kombes Pol Bayuaji menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara kepolisian, BMKG, dan BPBD dalam mitigasi bencana. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi kesiapan sarana prasarana dan prosedur tetap (protap) penanganan darurat di wilayah pesisir.
“Saya mengapresiasi kinerja anggota di lapangan yang sigap mengamankan wilayah pesisir pasca-gempa besar. Ini bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Saya berharap koordinasi dengan instansi terkait terus diperkuat agar penanganan bencana lebih efektif,” kata Kombes Pol Bayuaji.






