MINUT – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kabupaten Minahasa Utara, menggelar Mini Lokakarya (Minilok) sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula kantor camat Airmadidi. Jumat, 8 Agustus 2025.
Dalam forum ini, berbagai pihak hadir untuk mengevaluasi kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) sekaligus membahas data dan kasus-kasus yang berisiko menyebabkan stunting.
Kegiatan ini dibuka oleh camat Airmadidi, Rocky Tangkulung, S.Sos.

Kepala Dinas PPKB Minut, dr. Jane Symons M. Kes, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Adpin Masye S. Mekel, SE, menyoroti masih adanya anak-anak di wilayah Airmadidi yang terindikasi stunting. Berdasarkan data yang diterima ada 3 anak stunting di kecamatan Airmadidi, yaitu di desa Sawangan, keluharan Airmadidi Bawah, dan Kelurahan Airmadidi Atas berdomisili di Sarongsong Satu.
“Data ini menjadi alarm bagi kita semua untuk bergerak cepat. Penanganan stunting harus dilakukan sejak hulu, bahkan sebelum pernikahan,” ujar Masye Mekel.
Lebih lanjut dirinya mengatakan terkait pentingnya pendampingan yang menyeluruh dan berkelanjutan kepada keluarga sasaran.
Selain menyampaikan data, Minilok juga menjadi forum untuk menyusun strategi respons cepat ketika ditemukan kasus stunting yang mendesak.

Semua unsur di tingkat kelurahan dan desa diminta siap melakukan langkah tanggap, agar kondisi tidak semakin memburuk.
“Kunci dari semua ini adalah kerja sama dan kerja bersama sama, dan kepekaan di lapangan. Kalau kader, petugas kesehatan, dan perangkat kelurahan dan desa saling bahu-membahu, saya yakin angka stunting bisa ditekan,” tambahnya.
Masye Mekel juga mengingatkan para pihak terkait dalam memberikan penanganan untuk anak stunting harus ada laporan kegiatannya.
“Kalau tidak dilaporkan, maka dianggap tidak melakukan penanganan dan pencegahan untuk anak stunting tersebut”, imbaunya.
Masye Mekel meminta setiap desa dan kelurahan fokus pada pendampingan berbasis data, sambil terus menggali inovasi lokal yang bisa membantu pencegahan stunting secara tepat sasaran.
Mini lokakarya ini bukan hanya ajang evaluasi, tapi juga bentuk komitmen pemerintah kabupaten dalam hal ini Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung, serta Sekretaris Daerah Novly Wowiling menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas yang harus dicegah secara bersama-sama mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten hingga Nasional, untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, bebas stunting, dan siap menjadi generasi masa depan yang unggul.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Airmadidi, Kepala Puskesmas Airmadidi, Lurah dan Hukum Tua se-kecamatan Airmadidi, Akademisi, penyuluh KB, Perwakilan Tim Pendamping Keluarga,dan Dinas PPKB Minut.
(Vhy)






