Wujudkan Perempuan Tangguh, WaliKota Bitung Hengky Honandar Sampaikan Amanat Hari Kartini

Kota Bitung, SiberSulut :Bangsa Indonesia hari ini memperingati Hari Kartini, mengenang semangat juang Raden Ajeng Kartini yang telah membuka jalan bagi kemajuan perempuan Indonesia.

 

Raden Ajeng Kartini, lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan.

Melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menyuarakan pentingnya pendidikan bagi perempuan dan kesetaraan gender di tengah kungkungan adat dan kolonialisme saat itu.

Meski wafat di usia muda pada 25 tahun, pemikirannya melampaui zamannya dan menjadi inspirasi perjuangan kaum perempuan Indonesia.

Presiden pertama RI, Soekarno, melalui Keputusan Presiden Nomor 108 Tahun 1964, menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menjadikan tanggal kelahirannya sebagai Hari Kartini yang diperingati setiap tahun.

 

Di berbagai daerah, peringatan Hari Kartini 2026 diisi dengan upacara bendera, seminar, lomba-lomba bertema emansipasi, serta kegiatan pemberdayaan perempuan.

Meski bukan hari libur nasional, semangat peringatan ini tetap hidup di kalangan sekolah, instansi pemerintah, dan masyarakat.

Pemerintah Kota Bitung  memperingati Hari Kartini tahun 2026 dengan menggelar upacara khidmat yang dirangkaikan dengan apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

 

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Walikota Bitung, Jl. Sam Ratulangi No. 45, Kelurahan Bitung Barat Satu, Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (23/4/2026) pukul 07.30 WITA.

 

Dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang di bacakan oleh Walikota Bitung Hengky Honandar, SE menyatakan bahwa perjuangan Kartini harus dilanjutkan di era sekarang. “Perempuan Indonesia kini semakin maju, berkarya, dan berdaya.

Mari kita terus mendukung pendidikan, kesetaraan, dan kemandirian perempuan untuk membangun bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

 

Pesan “Habis gelap, terbitlah terang” yang menjadi motto Kartini kembali menggema. Semangat ini mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus belajar, berkarya tanpa batas, serta saling mendukung dalam mewujudkan peran penting mereka sebagai tiang negara

 

Menurutnya, Hari Kartini bukan hanya sekadar peringatan historis, melainkan pengingat bahwa perjuangan emansipasi perempuan masih terus berlanjut demi Indonesia yang lebih adil dan maju.

Hengky Honandar juga menyoroti pentingnya peran wanita dalam pembangunan daerah, baik sebagai ibu rumah tangga, profesional, maupun pemimpin di berbagai sektor.

 

“Pemerintah Kota Bitung sangat mendukung penuh upaya pemberdayaan perempuan. Kita ingin mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, di mana setiap wanita memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” dapat terus menjadi penyemangat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Bitung yang lebih maju dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045.