MINUT SIBERSULUT – Serentak, seluruh pejabat eselon II di Kabupaten Minahasa Utara menjalani pemeriksaan kesehatan wajib di RSUD Walanda Maramis pada Rabu (11/02/2026) sesuai perintah langsung dari Bupati Joune Ganda.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kualitas sumber daya manusia yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.
Pemeriksaan kesehatan berkala yang difasilitasi oleh rumah sakit daerah ini dirancang untuk memastikan setiap pejabat strategis memiliki kondisi fisik yang optimal, sehingga mampu memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan tugas dan wewenangnya untuk kemajuan Minut.
Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa kesehatan ASN pada level eselon II adalah prioritas utama, karena mereka merupakan garda terdepan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan daerah.
Kondisi kesehatan yang baik akan menjadi modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan daerah.
“Kita tidak bisa mengharapkan pelayanan yang baik jika para pemimpinnya tidak dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap pejabat mampu bekerja dengan maksimal dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Minahasa Utara,” ucap Bupati Joune.
Pada hari pertama pelaksanaan, proses berjalan dengan lancar dan efisien.
Beberapa nama besar di lingkungan Pemkab Minut termasuk Sekretaris Daerah telah menyelesaikan semua tahapan pemeriksaan yang mencakup tes darah, jantung, paru-paru, dan beberapa tes lainnya sesuai standar medis.
dr. Alain Vincent Beyah, Direktur RSUD Maria Walanda Maramis, mengkonfirmasi kepada media bahwa seluruh proses pemeriksaan telah berjalan sesuai rencana.
Tim medis yang telah dipersiapkan dengan cermat memastikan setiap peserta mendapatkan layanan yang optimal dan hasil yang akurat.
“Sebanyak 12 pejabat eselon II telah menjalani pemeriksaan hingga siang hari ini. Kami fokus pada evaluasi kondisi fisik secara menyeluruh agar dapat memberikan rekomendasi yang tepat untuk menjaga kesehatan mereka dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” jelas dr. Beyah.
Menurutnya, inisiatif dari Pemkab Minut bukan hanya sekadar rutinitas medis, melainkan langkah strategis untuk membangun birokrasi yang profesional dan tangguh.
“Ketika para pemimpin dalam kondisi sehat, pengambilan keputusan akan lebih tepat dan respons terhadap kebutuhan masyarakat akan lebih cepat. Kita berharap program ini menjadi kebiasaan rutin yang membawa perubahan positif bagi pemerintahan daerah,” tandasnya.
(*/IfL)






