Kota Bitung, SiberSulut :Usai melalui serangkaian prosesi formal di Mapolres, Kapolres Bitung lama, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., dan Kapolres baru, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., menggelar acara “Kenal Pamit” yang intim bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Ormas, LSM, dan insan pers.
Momen ini menjadi bukti bahwa transisi kekuasaan di Bitung tidak hanya soal birokrasi, tetapi juga tentang menjaga tali silaturahmi dan kepercayaan publik.
Suasana haru biru bercampur kehangatan persaudaraan menyelimuti Ruangan Sarundajang, Kantor Walikota Bitung, pada Kamis malam (09/07/2026) pukul 19.00 WITA
Acara dibuka dengan penyerahan cenderamata kenang-kenangan dari berbagai elemen masyarakat kepada AKBP Albert Zai, yang didampingi oleh istrinya, Ny. Detta Albert Zai.
Sebagai bentuk timbal balik atas dukungan selama masa jabatannya, AKBP Albert Zai kemudian memberikan penghargaan apresiasi kepada perwakilan Ormas dan wartawan yang telah bersinergi mendukung program “Polri Untuk Masyarakat” guna menciptakan kenyamanan dan ketertiban di Kota Bitung.
Dalam sambutannya, Walikota Bitung Hengky Honandar, S.E., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada AKBP Albert Zai atas dedikasinya selama kurang lebih 2 tahun 6 bulan memimpin Polres Bitung.
“Bapak Albert telah meninggalkan jejak positif, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat Bitung yang multikultural. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang erat antara Polri dan Pemerintah kota bitung selama ini,” ujar Hengky.
Walikota juga menyambut hangat kedatangan Kapolres baru, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, beserta istri, Ny. Hikma Arie Sulistyo. “Selamat datang di Kota Bitung. Kami berharap Bapak Arie dapat melanjutkan estafet kebaikan ini, memperkuat sinergi, dan membawa inovasi baru untuk kesejahteraan warga,” tambah Hengky penuh harap.
Sebagai lulusan Akpol tahun 2004, AKBP Albert Zai menyampaikan pesan dan kesan mendalam. Ia mengungkapkan rasa bangga pernah melayani masyarakat Bitung dan berkolaborasi dengan berbagai elemen daerah.
“Kepada pengganti saya, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, saya titipkan Kota Bitung. Ini adalah wilayah yang indah dengan masyarakat yang hangat. Saya berharap Bapak Arie dapat menjaga kekompakan Forkopimda, terus berinovasi dalam pelayanan, dan yang terpenting, jaga selalu silaturahmi dengan semua pihak. Keamanan akan tercipta jika ada kepercayaan,” pesannya dengan nada tulus.
Di sesi yang sama, Kapolres Bitung baru, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, mengatakan bahwa,“Saya lulusan Akpol tahun 2005, lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 10 Januari 1984. Saya dikaruniai tiga orang anak, satu putra dan dua putri. Bersama istri saya, Ny. Hikma Arie Sulistyo, kami siap mengabdi untuk Kota Bitung,” ungkapnya sambil tersenyum.
AKBP Arie juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas, LSM, dan wartawan atas sambutan hangat yang diterimanya sejak hari pertama tiba di Bitung.
“Terima kasih telah menerima saya dan keluarga dengan tangan terbuka. Harapan saya, mohon dukungan dan bimbingan dari seluruh elemen masyarakat Bitung. Mari kita bergandengan tangan, sinergi, dan bekerja sama untuk mewujudkan Kota Bitung yang aman, nyaman, dan harmonis. Polisi hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk melindungi dan melayani,” tegasnya.
Malam itu berakhir dengan foto bersama dan obrolan ringan yang semakin mempererat ikatan antara institusi kepolisian dengan pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran Ny. Detta dan Ny. Hikma sebagai pendamping suami juga menunjukkan peran strategis Bhayangkari dalam menjembatani hubungan emosional dengan masyarakat.
Momentum malam ini adalah jaminan bahwa pergantian pimpinan tidak akan memutus jembatan komunikasi yang telah dibangun.
Dengan semangat kekeluargaan yang terjalin di Ruangan Sarundajang, semoga tertumpu pada kolaborasi solid antara AKBP Arie Sulistyo Nugroho dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian di ujung Sulawesi Utara ini.






