Manado, SiberSulut :Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan oleh Wakil Kapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol Awi Setiyono, saat secara tidak sengaja menjumpai korban kecelakaan lalu lintas di tengah perjalanan dinas.
Tanpa ragu, beliau segera menghentikan kendaraan untuk memastikan kondisi korban dan memimpin langsung upaya pertolongan di lokasi kejadian.
Momen ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang menuntut penanganan secepat mungkin.
Korban kecelakaan tersebut kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans milik Polda Sulut menuju rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Sementara itu, personel kepolisian yang turut serta dalam rombongan juga sigap mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan atau kecelakaan susulan, serta membantu proses evakuasi berlangsung aman dan lancar. Sinergi antara pimpinan dan anggota di lapangan ini mencerminkan budaya kerja Polri yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan jiwa.
Tindakan Brigjen Pol Awi Setiyono mengirimkan pesan kuat bahwa jabatan tinggi tidak memisahkan seorang pemimpin dari tanggung jawab kemanusiaan.
Di saat banyak orang mungkin hanya akan menonton atau merekam, beliau memilih turun tangan, mengoordinasikan bantuan, dan memastikan korban mendapat akses layanan kesehatan tercepat. Ini adalah definisi “polri presisi” yang sesungguhnya: presisi dalam waktu, tepat dalam tindakan, dan penuh empati dalam eksekusi.
Bagi masyarakat yang menyaksikan atau mendengar kisah ini, kehadiran Wakapolda di titik krisis adalah jaminan bahwa institusi kepolisian benar-benar membumi. Tidak ada jarak antara seragam dan hati rakyat; yang ada hanyalah satu tujuan: menyelamatkan nyawa sesama manusia.
Di balik aksi penyelamatan yang heroik tersebut, Polri juga menyampaikan imbauan penting bagi seluruh pengguna jalan agar tragedi serupa dapat dicegah. Brigjen Pol Awi Setiyono menekankan bahwa keselamatan adalah prioritas utama yang tidak boleh ditawar-tawar.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Gunakan helm berstandar SNI, baik untuk pengendara maupun penumpang. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, jaga kecepatan, dan hindari ngebut di jalan karena keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam sistem tanggap darurat. “Segera laporkan kepada petugas apabila menemukan kecelakaan di jalan sehingga pertolongan dapat diberikan secepat mungkin. Setiap detik berharga bagi korban. Jangan biarkan rasa takut atau enggan menghalangi kita untuk menolong sesama.”
Aksi Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono ini adalah pengingat indah bahwa di balik tugas penegakan hukum, Polri juga merupakan garda terdepan kemanusiaan.
Ketika sirene ambulans berbunyi dan lampu biru menyala di tengah kemacetan, itu bukan simbol kekuasaan, melainkan tanda harapan yang sedang bergerak menuju mereka yang membutuhkan.
Bagi warga Sulawesi Utara dan Indonesia pada umumnya, keteladanan ini adalah inspirasi untuk saling peduli. Mari jadikan setiap perjalanan sebagai momen kewaspadaan dan empati.
Pakai helm SNI bukan karena takut tilang, tapi karena mencintai diri sendiri dan keluarga. Lapor kecelakaan bukan karena ingin ikut campur, tapi karena sadar bahwa nyawa orang lain sama berharganya dengan nyawa kita






