Kota Bitung, SiberSulut :Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung menggelar Rapat Koordinasi (Rakoord) strategis yang dipimpin langsung oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E., didampingi Wakil Walikota Randito Maringka, S.Sos.
Acara ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang harmonis antara eksekutif, yudikatif, unsur keamanan, hingga elemen masyarakat sipil.
Suasana kekeluargaan dan keterbukaan menyelimuti Lounge Kantor Walikota Bitung, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa, pada Rabu sore (08/07/2026).
Rapat yang dimulai pukul 16.10 WITA ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda lengkap, termasuk Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, perwakilan Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Bitung, serta sejumlah pejabat tinggi TNI dari Darat dan laut
Kehadiran Dansecata Rindam XIII/Merdeka, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H.I., M.Sc., menambah bobot diskusi, menegaskan bahwa stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Walikota Hengky Honandar menekankan bahwa kehadiran warga dan swasta adalah bagian integral dari proses pengambilan keputusan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat dan mendukung iklim usaha yang sehat. Forkopimda hadir bukan hanya untuk mengamankan, tetapi juga untuk melayani dan memecahkan masalah bersama,” tegasnya.
Sementara itu keterangannya, Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Walikota Bitung yang melibatkan berbagai lapisan stakeholders dalam satu forum dialog.
Menurutnya, kehadiran perwakilan masyarakat Kelurahan Tanjung Merah dan pihak swasta (PT Futai Sulawesi Utara) menunjukkan kematangan tata kelola pemerintahan di Bitung yang tidak eksklusif, melainkan inklusif.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Walikota dan seluruh jajaran Forkopimda Bitung atas terselenggaranya rapat koordinasi yang sangat produktif ini.
Kehadiran kita semua di sini, dari TNI, Polri, Kejaksaan, hingga warga masyarakat, adalah simbol bahwa keamanan dan pembangunan tidak bisa dicapai sendiri-sendiri. Sinergi adalah kunci,” ujar Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin.
Ia menambahkan harapan agar forum seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala. “Semoga, apa yang didiskusikan hari ini tidak berhenti di ruangan ini, tetapi ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan. Mari kita jaga kebersamaan ini demi terciptanya Kota Bitung yang aman, kondusif, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” tambahnya.
Poin menarik dari Rakoord kali ini adalah keterlibatan langsung perwakilan masyarakat Kelurahan Tanjung Merah, yang dipimpin oleh Ketua LPM Elsye Lengkong, serta perwakilan dari PT Futai Sulawesi Utara. Hal ini menunjukkan bahwa Pemkot Bitung serius mendengarkan aspirasi akar rumput dan berdialog dengan pelaku usaha untuk menyelesaikan potensi persoalan atau meningkatkan pelayanan publik.
Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci yang mencerminkan luasnya cakupan koordinasi, antara lain:
Sekda Kota Bitung, Ir. Ignatius Rudy Theno, S.T., M.T., M.A.P.
Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H.
Perwakilan Kejari Bitung, Justisi Devli Wagiu, S.H., M.H.
Dansathantai Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Shodikin, M.Tr.Opsla.
Kas Guskamla Koarmada II, Kolonel Laut (P) Irwan Aditya, S.Hub.Int.
Kafasharkan Bitung Kodaeral VIII, Letkol Laut (T) Dyan Setiawan, M.Tr. Opsla.
Dansecata Rindam XIII/Mdk, Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H.I., M.Sc.
Danyon TP 916/BS, Mayor Inf Aditya Yoga Pramana.
Perwakilan Dandim 1310/Bitung, Letda Inf Ahyat Saleh.
Kabagops Polres Bitung, AKP Novri Sadia.
Perwakilan Dansatrol Kodaeral VIII, Kapten Laut (P) Imam.
Dansubdenpom XIII/1-2 Bitung, Lettu Cpm Rizky Haryanto, S.Tr. Han.
BIN Korwil Bitung, Thein HC Pakasi.
Para Asisten Sekda, Kabag, Kaban Pemkot, Camat, Lurah Tanjung Merah, serta 10 perwakilan masyarakat dan pihak swasta.
Melalui Rakoord Forkopimda yang melibatkan unsur masyarakat dan swasta ini, Kota Bitung mengirimkan pesan kuat bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan memerlukan partisipasi aktif semua pihak. Tidak ada lagi sekat kaku antara pemerintah dan rakyat; yang ada adalah meja bundar tempat segala aspirasi didengar dan diselesaikan secara musyawarah.






