Manado, SiberSulut :Semangat keberanian dan keanggunan menyatu dalam momen sakral peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Di Dermaga Youth Center Kawasan Megamas, Jalan Pierre Tendean, Boulevard Manado, cahaya matahari pagi yang cerah pada Rabu (24/06/2026) pukul 07.00 WITA seolah menjadi saksi bisu atas dedikasi jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut).
Mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, upacara tabur bunga ini tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menorehkan sejarah baru dengan tampilnya sosok perempuan tangguh sebagai pemimpin lapangan.
Yang paling mencuri perhatian dan menuai pujian luas dari seluruh peserta maupun penonton adalah kehadiran Kompol Merry Pakku Kasubdit fasharkan Ditpolairud Polda Sulut
salah satu perwira wanita dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulut. Dengan mengenakan PDL II Loreng Tactical Biru Air yang gagah namun tetap memancarkan aura cantik dan berwibawa, Kompol Merry dipercaya memimpin jalannya upacara sebagai Komandan Upacara (Danup).
Kepercayaan ini menjadi simbol nyata bahwa di era Polri modern, kompetensi dan keberanian tidak mengenal batasan gender, terutama di satuan operasional perairan yang menuntut fisik dan mental prima.
Upacara dipimpin langsung oleh Inspektur Wilayah (Irwasda) Polda Sulut, Kombes Pol Amin Litarso, yang bertindak selaku Inspektur Upacara mewakili Kapolda Sulut.
Kehadiran Kompol Merry Pakku di posisi Danup memberikan nuansa berbeda yang segar sekaligus membanggakan, membuktikan bahwa polwan polairud mampu berdiri sejajar dengan rekan pria dalam mengemban tugas-tugas strategis dan seremonial tingkat tinggi.
Dalam keterangannya usai upacara, Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kompol Merry Pakku. Ia menekankan bahwa pemilihan Danup didasarkan pada kapabilitas, bukan sekadar formalitas.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Komandan Upacara, Kompol Merry Pakku. Penampilan beliau yang berani, profesional, dan penuh penghayatan selama memimpin upacara adalah cerminan dari kualitas SDM Ditpolairud Polda Sulut.
Ini membuktikan bahwa polwan kami siap menjadi garda terdepan, baik di laut maupun dalam setiap agenda kenegaraan,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.
Ia berharap, semangat yang ditunjukkan Kompol Merry dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota, khususnya polwan di lingkungan polairud.
“Semoga keberanian dan profesionalisme ini terus dipertahankan. Jadikan momentum HUT ke-80 ini sebagai bukti bahwa Polri benar-benar ‘Untuk Masyarakat’, di mana setiap personel, tanpa terkecuali, berkontribusi maksimal dengan cara mereka masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Kompol Merry Pakku mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan. Bagi perempuan yang akrab disapa Merry ini, memimpin upacara tabur bunga di hadapan ribuan personel dan pejabat utama adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
“Terima kasih atas kepercayaan pimpinan. Menjadi Komandan Upacara dalam momen sakral seperti ini adalah amanah yang saya jalani dengan sepenuh hati.
PDL Tactical Biru Air yang saya kenakan hari ini bukan sekadar seragam, melainkan identitas kebanggaan sebagai polisi perairan yang siap melayani dan melindungi,” ucap Kompol Merry dengan nada suara lantang dan tegas khas komando lapangan.
Ia berpesan agar seluruh personel, terutama polwan, terus meningkatkan kapasitas diri. “Semoga, kita semua bisa terus berkarya tanpa ragu. Apapun tugas yang diberikan, mari kita kerjakan dengan integritas dan cinta terhadap institusi serta masyarakat. Selamat HUT Bhayangkara ke-80, Polri Untuk Masyarakat!”
Usai upacara, prosesi tabur bunga dilaksanakan dengan penuh hikmat. Para perwira Polda Sulut dan Ditpolairud, termasuk Irwasda dan Dirpolairud, mengenakan KPC XV 2015 dan KP XV 113, melangkah menuju sisi dermaga.
Di tengah suasana laut yang indah dan tenang, rangkaian bunga dilemparkan perlahan ke air, menciptakan pusaran penghormatan abadi bagi para syuhada.
Kombinasi antara ketegasan komando Kompol Merry Pakku earlier dan kelembutan prosesi tabur bunga kemudian menggambarkan wajah Polri yang utuh: tangguh dalam tugas, namun humanis dalam pengabdian.
Kehadiran Kompol Merry Pakku sebagai Danup di HUT Bhayangkara ke-80 ini akan dikenang sebagai tonggak inklusivitas dan profesionalisme di Polda Sulut.
Di bawah langit biru Manado, ia telah membuktikan bahwa keberanian perempuan adalah aset berharga bagi institusi yang bercita-cita melayani masyarakat dengan sepenuh hati






