29 Agustus 2026
IMG_20260812_214337

Kota Bitung, SiberSulut |Jalanan Kota Bitung berubah menjadi lautan semangat merah putih derap langkah tegap ribuan peserta lomba gerak jalan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menggema di seluruh penjuru kota.

Sorak-sorai warga yang memadati pinggir jalan bukan sekadar tepuk tangan untuk pemenang, melainkan ungkapan kebanggaan kolektif atas kekompakan dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh putra-putri daerahnya, Rabu 12 Agustus 2026.

 

Acara pelepasan resmi dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E. Kehadiran pasangan pemimpin ini di garis start memberikan energi tersendiri bagi para peserta.

 

melihat walikota bitung dan bunda PKK turun langsung melepas 200 barisan adalah simbol bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka, merayakan kemerdekaan bukan dari atas panggung, tetapi dari jalanan yang sama.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menekankan bahwa lomba gerak jalan ini jauh melampaui aspek kompetisi semata. Ia menyebut kegiatan ini sebagai cerminan nyata dari karakter warga Bitung yang disiplin, solid, dan penuh cinta tanah air.

 

“Ini bukan sekadar kompetisi mencari juara. Acara ini adalah cerminan kekompakan, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air warga Bitung. Setiap langkah tegap yang kalian tunjukkan hari ini adalah bukti bahwa kita siap membangun kota ini dengan semangat persatuan,” ujar Walikota Bitung.

 

Lebih lanjut Walikota Bitung Menambahkan bahwa, agar semangat yang tersalur dalam gerak jalan ini dapat diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. “Mari kita jaga persatuan dan selaraskan langkah demi terwujudnya Harmonisasi Menuju Bitung Maju! Ketika kita berjalan bersama dengan satu irama, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkas Hengky Honandar, SE.

Lomba gerak jalan di Bitung mengirimkan pesan indah bahwa perayaan kemerdekaan paling autentik terjadi ketika masyarakat terlibat aktif. Ketika ribuan orang berjalan beriringan tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial, mereka sedang mempraktikkan makna “Bhinneka Tunggal Ika” dalam bentuk yang paling sederhana namun powerful.