Recky: Keterbatasan Anggaran Akan Menyusutkan Pembangunan Desa
MINUT SIBERSULUT – Sejumlah Hukum Tua di Kabupaten Minahasa Utara mengandalkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan sebagai jalan untuk mewujudkan pembangunan yang dinantikan masyarakat. Namun, kebijakan baru yang membatasi setiap desa hanya boleh mengusulkan satu program prioritas, tak luput dari sorotan tajam yang disampaikan dengan nada yang penuh pertimbangan.
Hukum Tua Desa Talawaan, Recky Sumampouw, mengungkapkan bahwa kebijakan ini seolah menusuk peluang desa untuk memenuhi kebutuhan riil masyarakat. “Sebelumnya, desa bisa mengangkat lebih dari satu aspirasi sehingga peluang untuk diakomodir lebih luas. Kini, dengan hanya satu usulan, ruang gerak kami menjadi sangat sempit,” jelasnya dengan nada tegas namun penuh kedamaian.
Tekanan semakin terasa dengan pemangkasan anggaran Dana Desa tahun 2026 yang mencapai angka signifikan. Di Desa Talawaan sendiri, anggaran yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) terpangkas hingga 65 persen, memaksa pemerintah desa melakukan penyesuaian drastis terhadap semua program yang telah direncanakan dengan cermat.
Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, desa kini bergantung sepenuhnya pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Minahasa Utara. “Keterbatasan anggaran pasti akan menyusutkan harapan akan pembangunan fisik di desa. Karenanya, kami sangat mengharapkan agar usulan yang kami sampaikan melalui Musrenbang benar-benar bisa terealisasikan,” tegas Recky dengan keyakinan yang tak tergoyahkan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa telah mempersiapkan diri untuk membuktikan bahwa setiap usulan yang diajukan adalah kebutuhan mendesak yang layak menjadi prioritas. Kondisi yang dihadapi Desa Talawaan sekaligus menjadi cermin bagi banyak desa di Minahasa Utara, di mana keterbatasan fiskal membuat sinergi dan keberpihakan pemerintah kabupaten menjadi harapan terakhir.
“Jika desa tidak mendapatkan dukungan melalui APBD, maka dampaknya akan sangat terasa pada pembangunan di tingkat paling bawah di mana masyarakat membutuhkannya paling banyak,” pungkasnya dengan nada yang menyadarkan akan pentingnya peran bersama dalam membangun daerah.






