Sulut, SiberSulut:Komunikasi sosial dan pendekatan persaudaraan yang konsisten dijalankan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani kembali membuahkan hasil nyata.
Dalam kurun dua hari, warga wilayah perbatasan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, secara sukarela menyerahkan total dua pucuk senjata rakitan jenis bowman kaliber 12 mm kepada personel Satgas.
Penyerahan pertama dilakukan Minggu (5/7) di Pos Sei Bening, Kecamatan Sajingan Besar. Amir (47) menyerahkan senjatanya kepada Komandan Pos Sei Bening Serda Adriansyah Buluati, setelah memahami bahaya serta konsekuensi hukum kepemilikan senjata api tanpa izin. Barang bukti kemudian diamankan dan didata sesuai prosedur yang berlaku.
Satu hari berselang, Senin (6/7), giliran Mansen (54) yang menyerahkan senjata rakitan yang dimilikinya ke Pos Gabma Sajingan. Penyerahan ini menyusul pendekatan persuasif serta edukasi yang disampaikan tim Pos Gabma di wilayah Sebunga yang dipimpin Letda Arm Lindung Fuad IP., S.Tr.Han.
Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, langkah ini adalah bukti nyata keberhasilan pendekatan yang mengutamakan dialog dibanding tindakan represif, sekaligus wujud kemanunggalan TNI bersama rakyat.
“Keberhasilan ini lahir dari kepercayaan yang dibangun bersama masyarakat. Komunikasi sosial yang dilakukan secara terus-menerus menumbuhkan kesadaran warga untuk berpartisipasi menjaga keamanan wilayah. Inilah fondasi perbatasan yang aman, tertib, dan kondusif bagi semua pihak,” tegas Pangdam.
Lebih lanjut disampaikan, pihaknya menyadari sebagian senjata rakitan selama ini digunakan warga untuk berburu atau melindungi lahan dari gangguan satwa liar. Oleh karenanya, pendekatan edukasi dan sinergi aparat dengan masyarakat akan terus diperkuat, guna mendorong penyerahan sukarela tanpa menimbulkan kerenggangan sosial.
Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani untuk terus menjaga stabilitas keamanan perbatasan, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat sebagai mitra utama pembangunan keamanan wilayah.






