Minsel, Sibersulut.com– Sudah empat hari Nia (6) tak pulang. Bocah perempuan asal Desa Blongko, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan itu hilang sejak Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 08.00 WITA. Hingga Senin malam, jejaknya belum ditemukan.
Kronologinya sederhana tapi menyesakkan. Pagi itu Nia sedang bermain di sekitar rumah. Rumahnya memang dekat hutan dan kebun warga. Nia sempat terlihat di belakang rumah. Setelah itu, hilang. Keluarga menduga ia berjalan ke arah perkebunan.
Sejak hari pertama, keluarga bersama warga menyisir kebun sampai malam. Lapor ke pemerintah desa dan polisi sudah. Tapi tenaga warga terbatas. Kebun di Blongko luas, jalurnya rimbun, jurangnya dalam.
“Kami sangat berharap tim Basarnas segera bantu cari anak kami. Kami butuh semua pihak agar Nia bisa cepat ditemukan,” kata keluarga Tindatu–Mamoto dengan suara bergetar.
Yang bikin kehilangan ini makin berat, Nia adalah anak kembar perempuan. Kini kembarannya terus menanti. Rumah yang biasanya ramai jadi sepi. Cemas dan harap bercampur tiap detik.
Keluarga kini memohon bantuan Tim SAR, Basarnas Pos Minahasa Selatan, kepolisian, dan pemerintah daerah. Mereka juga berharap ada dukungan kemanusiaan selama proses pencarian.
Hingga berita ini ditulis, pencarian oleh warga masih berjalan. Semua menanti kabar baik tentang Nia. (Jacky Saroinsong)






