Kota Bitung, SiberSulut:Di tengah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Team Tarsius Polres Bitung bersama KBO Reskrim IPTU Melki Ponto, S.H., hadir bukan sebagai aparat penegak hukum yang kaku, melainkan sebagai kakak dan sahabat bagi anak-anak panti asuhan.
Kehadiran mereka membawa dua hal berharga: edukasi pencegahan kejahatan dan tali kasih berupa bantuan kebutuhan pokok yang diserahkan langsung kepada pengurus panti.
Ceria dan haru biru menyelimuti Panti Asuhan Al Hidayah Wangurer Barat, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, pada Kamis pagi (02/07/2026).
Kegiatan ini dipimpin oleh Katim Team Tarsius AIPDA Angky Koagow yang secara interaktif memberikan materi edukasi kepada puluhan anak panti dan pengurus.
Materi yang disampaikan dikemas dengan bahasa yang sederhana dan menyenangkan, mencakup pengenalan bahaya narkoba, kekerasan terhadap anak, hingga cara melindungi diri dari penipuan online.
Antusiasme anak-anak terlihat jelas saat sesi tanya jawab berlangsung, membuktikan bahwa pendekatan humanis jauh lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai keselamatan sejak dini.
Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Ahmad Anugrah Ari Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H.,Melalui KBO Reskrim IPTU Melki Ponto, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya sinergi antara kepolisian dan lembaga sosial dalam mengawal tumbuh kembang anak.
“Team Tarsius dan KBO Reskrim hadir di sini bukan hanya untuk memberi bantuan fisik, tetapi juga untuk membangun benteng mental dan pengetahuan bagi adik-adik kita.
“Semoga edukasi ini menjadi bekal agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan terhindar dari berbagai ancaman kejahatan. Polres Bitung berkomitmen penuh untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak di panti asuhan,” Ujarnya.
Ia menekankan bahwa HUT Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai momentum mempererat hubungan polisi dengan rakyat, dimulai dari tindakan-tindakan kecil yang berdampak besar bagi kebahagiaan orang lain,” Pungkas IPTU Melki Ponto
Sementara itu, Pengurus Panti Asuhan Al Hidayah, Aldi Syahrir, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Bitung beserta jajarannya atas perhatian yang tulus.
Menurutnya, kehadiran Team Tarsius dan KBO Reskrim bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan wujud kepedulian nyata yang sangat berarti bagi operasional panti dan perkembangan psikologis anak-anak.
“Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Polres Bitung. Tali kasih yang diberikan sangat membantu kami memenuhi kebutuhan dasar anak-anak, namun yang lebih berharga adalah waktu dan ilmu yang dibagikan oleh Kakak-Kakak Polisi. Anak-anak kami merasa senang, dihargai, dan mendapat figur teladan yang positif,” ungkap Aldi Syahrir dengan nada penuh syukur.
Ia menambahkan harapan agar kolaborasi baik ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi instansi lain. “Semoga Polres Bitung semakin sukses dalam mengayomi masyarakat.
Kunjungan hari ini telah mengajarkan anak-anak kami bahwa polisi adalah pelindung dan sahabat, bukan sosok yang menakutkan. Ini adalah pelajaran karakter terbaik yang tidak bisa didapat dari buku manapun.”
Melalui kegiatan di Panti Asuhan Al Hidayah ini, Polres Bitung kembali menegaskan bahwa transformasi Polri Presisi tidak hanya diukur dari statistik penangkapan atau patroli, tetapi dari seberapa dekat hati polisi dengan denyut nadi kehidupan masyarakat kecil. Edukasi yang disertai empati, serta bantuan yang diberikan dengan kerendahan hati, adalah esensi sejati dari “Polri Untuk Masyarakat“.
Di usia ke-80 tahun, Polri di Bitung membuktikan bahwa kekuatan terbesar institusi ini terletak pada kemampuannya merangkul, mengedukasi, dan mencintai masyarakat tanpa syarat.
Selamat HUT Bhayangkara ke-80! Teruslah menjadi cahaya kehangatan di setiap sudut negeri.






