Kota Bitung, SiberSulut :Kebakaran yang melanda dua unit rumah semi permanen di Kelurahan Wangurer Utara, Lingkungan II RT 08, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, pada Kamis (02/07/2026) berhasil ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
Berkat sinergi solid antara Polres Bitung, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Bitung, dan warga sekitar, kobaran api dapat dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam tanpa menimbulkan korban jiwa.
Momen ini kembali membuktikan komitmen Polri untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di saat-saat paling kritis.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WITA ketika api pertama kali terlihat dari rumah milik keluarga Memah–Awuwus sebelum dengan cepat merembet ke rumah tetangga, keluarga Makisurat–Kundimang.
Warga setempat langsung bahu-membahu menyelamatkan barang-barang berharga sambil menunggu bantuan tiba. Tim Damkar Pemkot Bitung tiba di lokasi pada pukul 10.50 WITA, disusul beberapa menit kemudian oleh Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus, S.Sos., bersama Pamapta dan piket fungsi Polres Bitung. Mereka langsung bergabung mengendalikan api sekaligus mengamankan area agar tidak membahayakan permukiman lain.
Berkat kerja sama tim yang kompak, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.20 WITA. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak psikologis musibah ini cukup terasa.
Salah seorang warga, Efendi Makisurat, mengalami syok hingga pingsan dan segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp100 juta, meliputi hangusnya bangunan dan isi rumah kedua keluarga.
Dalam keterangannya, Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus menegaskan bahwa kecepatan respons adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Begitu menerima informasi kebakaran, kami langsung bergerak ke lokasi. Tugas kami bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan keselamatan warga, melakukan pengamanan, dan memberikan rasa aman. Kehadiran Polri harus dirasakan masyarakat terutama saat mereka sedang kesulitan,” ujarnya dengan nada empatik.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada kedua keluarga yang terdampak. “Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga keluarga yang terkena musibah diberi ketabahan dan kekuatan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, mari kita saling menjaga,” tambah AKP Tuegeh Darus.
Usai pemadaman, personel Polres Bitung langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, mendata korban, memeriksa saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan pascakebakaran berjalan optimal. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik.
Melalui momen ini, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Rutin periksa instalasi listrik di rumah, hindari penggunaan sambungan listrik berlebihan, dan segera laporkan jika menemukan gangguan. Gotong royong dan kepedulian antarwarga adalah benteng terbaik menghadapi bencana,” imbau AKBP Albert Zai.
Penanganan kebakaran di Wangurer Utara ini menjadi teladan bagaimana kepolisian modern bekerja: cepat, humanis, dan kolaboratif. Tidak ada sekat antara polisi, damkar, dan warga; yang ada hanyalah satu tujuan mulia: menyelamatkan nyawa dan harta benda sesama manusia.
Di usia ke-80 tahun Bhayangkara, aksi nyata seperti ini adalah bukti terbaik bahwa Polri benar-benar “untuk masyarakat”.
Turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi keluarga Memah–Awuwus dan Makisurat–Kundimang. Semoga ketabahan menyertai langkah pemulihan, dan semoga sinergi kemanusiaan di Bitung ini terus menginspirasi seluruh jajaran kepolisian di Indonesia.






