13 September 2026
Screenshot_2026-07-03-01-09-20-21_96b26121e545231a3c569311a54cda96

Kota Bitung, SiberSulut :Dalam ekosistem pemerintahan daerah nasional. Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E., menghadiri Sidang Pleno Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Medan pada Kamis (02/07/2026).

 

Forum ini menjadi momen krusial bagi para kepala daerah untuk merumuskan arah kebijakan organisasi dan pembangunan perkotaan di tahun mendatang.

 

Sidang pleno kali ini membahas agenda-agenda fundamental yang akan menentukan operasionalisasi APEKSI ke depan. Rangkaian pembahasan mencakup penetapan tata tertib dan jadwal Rakernas, evaluasi laporan program kerja APEKSI serta laporan Koordinator Wilayah (Komwil) I–VI, penyampaian rencana program kerja tahun 2027, hingga formulasi rekomendasi Rakernas 2026.

 

Salah satu poin paling dinamis dalam sidang adalah proses pemilihan calon tuan rumah Rakernas APEKSI Tahun 2027, yang mencerminkan antusiasme daerah untuk menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi nasional.

 

Keikutsertaan Walikota Bitung Hengky Honandar dalam sidang pleno bukan sekadar memenuhi kewajiban protokoler, melainkan wujud komitmen nyata Pemkot Bitung untuk terlibat langsung dalam pembentukan kebijakan strategis.

 

Melalui partisipasi ini, Bitung tidak hanya menyerap informasi, tetapi juga berkontribusi dalam menyusun rekomendasi yang berdampak pada percepatan pembangunan daerah secara nasional.

 

“Kami hadir di sidang pleno ini untuk memastikan bahwa suara dan pengalaman Kota Bitung turut memperkaya rumusan kebijakan APEKSI.

Sinergi antar pemerintah kota adalah kunci untuk menciptakan tata kelola yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing. Rekomendasi yang lahir dari forum ini harus dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat lokal,” ujar Walikota Bitung.

 

Penekanan pada implementasi rekomendasi menunjukkan bahwa Pemkot Bitung memiliki pendekatan pragmatis terhadap hasil Rakernas: tidak berhenti pada dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata yang meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Agenda sidang pleno yang komprehensif—mulai dari evaluasi kinerja Komwil hingga perencanaan program 2027—mencerminkan maturitas APEKSI sebagai organisasi yang berorientasi pada akuntabilitas dan keberlanjutan. Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, ketangguhan kota-kota di Indonesia menjadi prasyarat mutlak.

Oleh karena itu, sinergi yang dibangun melalui mekanisme seperti Sidang Pleno Rakernas adalah investasi strategis untuk menciptakan ekosistem pemerintahan yang resilien dan adaptif.

Lanjut Walikota Bitung Menambahkan optimistis bahwa rekomendasi yang dihasilkan dari Rakernas XVIII APEKSI akan menjadi katalisator transformasi tata kelola pemerintahan kota di seluruh Indonesia, termasuk di Bitung.

 

“Kolaborasi yang kita bangun hari ini adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik. Mari kita jadikan setiap rekomendasi sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan kota-kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Hengky Honandar.

Melalui partisipasinya dalam Sidang Pleno Rakernas XVIII APEKSI 2026, Pemkot Bitung mengirimkan sinyal kuat bahwa transformasi pemerintahan daerah memerlukan keterlibatan yang substantif dan berkelanjutan.

 

Di era di mana tantangan perkotaan semakin multidimensi, tidak ada kota yang bisa maju sendirian. Sinergi antarpemerintah kota, dukungan pemerintah pusat, dan partisipasi aktif dalam forum strategis seperti APEKSI adalah trilogi yang mutlak untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.