29 Agustus 2026
Screenshot_2026-08-03-12-41-11-41_59ca41e6dac314271693cecb12ac99dc

Kota Bitung, SiberSulut |Pemerintah Kota Bitung secara resmi membuka Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Paskibraka Kota Bitung Tahun 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar persiapan teknis untuk upacara HUT RI ke-81, melainkan implementasi nyata pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda penerus estafet kepemimpinan bangsa.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kota Bitung serta seluruh calon anggota Paskibraka 2026. Kehadiran para pendidik menjadi simbol bahwa pembentukan karakter pemuda adalah tanggung jawab kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

 

Di tengah tantangan globalisasi dan disrupsi informasi, kehadiran Paskibraka yang tidak hanya terampil secara fisik tetapi juga kuat secara mental dan spiritual menjadi oase penyeimbang bagi degradasi nilai-nilai kebangsaan di kalangan remaja.

Bertempat di Ruang Sinyo Harry Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa, pada Senin (03/08/2026), Pukul 09.00 Wita

Dalam sambutannya yang dibacakan langsung oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Ricy Y.R. Tinangon, S.STP., mewakili Wali Kota Bitung Hengky Honandar, disampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelatih yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membina calon paskibraka.

 

Menurutnya, ketekunan dan semangat para siswa yang rela mengorbankan waktu belajar demi mengikuti pendidikan intensif ini.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih yang sabar dan berdedikasi, serta kepada calon paskibraka yang telah menunjukkan komitmen tinggi. Kalian adalah duta-duta kecil yang membawa harapan besar bagi masa depan kota dan bangsa,” ujar Ricy Y.R. Tinangon membacakan amanat walikota bitung.

 

Lebih lanjut, Semoga agar para calon paskibraka tidak hanya fokus pada kesempurnaan gerakan baris-berbaris atau teknik pengibaran bendera, tetapi juga meresapi makna filosofis di balik setiap simbol yang mereka pegang.

 

“Jadikan latihan ini sebagai laboratorium karakter. Jadilah teladan nasionalisme yang hidup, bukan hanya saat upacara, tetapi dalam sikap sehari-hari di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tunjukkan bahwa generasi muda Bitung adalah generasi yang mencintai tanah air dengan akal sehat dan hati yang tulus,” pungkasnya.

Pembukaan Pusdiklat Paskibraka 2026 di Bitung mengirimkan pesan kuat bahwa investasi terbaik sebuah bangsa bukanlah pada gedung-gedung megah, melainkan pada pembentukan jiwa para pemudanya.

Ketika seorang pelajar memilih menghabiskan liburan dan sore harinya untuk berlatih di bawah terik matahari atau hujan, itu adalah bentuk cinta negara yang paling murni dan tanpa pamrih. Mereka belajar disiplin bukan karena paksaan, tapi karena hormat pada lambang Garuda dan Sang Merah Putih.