30 Agustus 2026
Screenshot_2026-08-03-13-13-13-38_96b26121e545231a3c569311a54cda96

Kota Bitung, SiberSulut |Di tengah pembukaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Calon Paskibraka Kota Bitung Tahun 2026, sorotan khusus tertuju pada salah satu siswa terbaik dari SMA Negeri 4 Danuwudu yang berhasil lolos seleksi sebagai calon pasukan pengibar bendera pusaka.

 

Kehadirannya bukan hanya representasi prestasi akademik, tetapi juga bukti nyata bahwa generasi muda Bitung memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan siap menjadi duta cinta tanah air menyambut HUT RI ke-81.

 

Kepala SMA Negeri 4 Danuwudu, Wisje Wangke Pantjas Kaunang, S.Pd., M.Hum., hadir langsung untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Kedatangan beliau pada pukul 09.00 WITA bukan sekadar formalitas, melainkan wujud dukungan penuh institusi pendidikan terhadap pembentukan karakter siswa di luar kelas.

Bagi Wisje Wangke, terpilihnya siswa SMA Negeri 4 sebagai calon Paskibraka adalah kebanggaan kolektif yang mencerminkan keberhasilan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran sehari-hari maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Di Ruang Sinyo Harry Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, terasa begitu istimewa pada Senin (03/08/2026).

Dalam keterangannya usai acara, Kepala SMA Negeri 4 Danuwudu menyampaikan ucapan terima kasih banyak dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bitung beserta seluruh pelatih Paskibra yang telah membina siswanya dengan sabar dan profesional.

 

Menurutnya, bahwa pencapaian ini tidak mungkin tercapai tanpa sinergi antara kebijakan pemerintah daerah yang mendukung wadah pengembangan pemuda dan dedikasi para pelatih yang rela mengorbankan waktu demi mencetak generasi berkarakter.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bitung dan pelatih paskibra yang sudah melatih siswa SMA Negeri 4 Bitung hingga terpilih masuk calon paskibraka kota Bitung tahun 2026.

Ini adalah buah kerja sama yang indah antara sekolah, pemerintah, dan komunitas pelatihan,” ujar Wisje Wangke Pantjas Kaunang.

Ia menambahkan bahwa pengalaman menjadi calon Paskibraka akan menjadi bekal berharga bagi siswa tersebut, bukan hanya untuk upacara kenegaraan, tetapi juga untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. “ilmu dan karakter yang didapat selama Pusdiklat ini dapat dibawa pulang ke sekolah dan dibagikan kepada teman-teman lainnya. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus mencintai Indonesia dengan cara belajar giat, bersikap disiplin, dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Kisah siswa SMA Negeri 4 Danuwudu ini mengingatkan kita bahwa cinta tanah air tidak perlu dicari di tempat yang jauh; ia tumbuh subur di ruang-ruang kelas, lapangan sekolah, dan hati para guru yang tulus mendidik.

 

Ketika sebuah sekolah merayakan keberhasilan siswanya menjadi Paskibraka dengan sepenuh hati, itu adalah tanda bahwa pendidikan karakter sedang berjalan sesuai relnya. Paskibraka bukan lagi sekadar simbol seremonial, melainkan ekstensi dari kurikulum kebangsaan yang hidup dan bernapas.