Kota Bitung, SiberSulut :Momen bersejarah ini menandai dimulainya perjalanan dua bulan intensif bagi 328 Calon Siswa Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 untuk membentuk fondasi kemiliteran yang kuat, disiplin tinggi, dan mental tangguh sebagai calon prajurit infanteri yang profesional.
Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei, S.Sos., dengan Komandan Upacara Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H.I., M.Sc.
Kehadiran para pejabat utama Rindam, termasuk Kabaglat Kolonel Inf Andik Siswanto, Kabagdik Kolonel Inf Jusriadi, serta Ketua Persit KCK Cabang X Ny. Levina Wempi Ramandei dan Pengurus, menegaskan keseriusan institusi dalam mengawal proses pembentukan generasi penerus TNI AD.
Terlihat jelas sosok kepemimpinan Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin saat bertindak sebagai Komandan Upacara di hadapan 328 Calon Siswa Tamtama Infanteri maupun para tamu undangan.
Postur tegap, suara komando yang lantang, dan gerakan yang presisi menjadi contoh nyata tentang standar seorang prajurit infanteri yang sesungguhnya.
Bagi para siswa baru, kehadiran sang Dansecata bukan sekadar simbol otoritas, melainkan cerminan fisik dan mental yang harus mereka capai selama dua bulan ke depan. Keteladanan langsung dari pimpinan satuan ini memberikan motivasi visual yang jauh lebih kuat daripada sekadar instruksi verbal.
Lapangan Hitam Secata Rindam XIII/Merdeka, Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, Kota Bitung, tampak khidmat dan penuh semangat pada Kamis pagi (16/07/2026) pukul 09.00 WITA.
Dalam amanatnya, Danrindam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansecata Rindam XIII/Merdeka yang telah memimpin upacara dengan sempurna. Ia juga mengapresiasi seluruh pelatih dan gumil yang siap mendidik calon prajurit dengan penuh tanggung jawab.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Komandan Secata yang telah menjadi Komandan Upacara dengan sangat baik. Apresiasi juga saya sampaikan kepada para pelatih yang akan mendidik calon prajurit kita. Dedikasi kalian adalah kunci keberhasilan pendidikan ini,” ujar Brigjen Wempi dengan nada hangat namun tegas.
Ia menambahkan harapannya agar seluruh rangkaian pendidikan dapat berjalan lancar dan menghasilkan lulusan yang berkualitas. “Harapan saya, jadikan momen ini sebagai awal yang kuat. Para pelatih, bimbinglah mereka dengan hati. Para siswa, seraplah ilmu dengan sepenuh jiwa. Mari kita wujudkan prajurit infanteri yang tidak hanya tangguh di medan tempur, tetapi juga mulia di hati rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.I.P., M.H.I., M.Sc. mengucapkan terima kasih kepada Danrindam yang telah memimpin upacara pembukaan dengan penuh wibawa. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh pelatih Secata yang telah memberikan dukungan maksimal sehingga pembukaan calon prajurit dapat berlangsung sukses dan khidmat.
“Terima kasih kepada Bapak Danrindam atas kepemimpinannya hari ini. Apresiasi saya juga tujukan kepada rekan-rekan pelatih Secata yang sudah bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya. Keberhasilan pembukaan ini adalah hasil kerja tim yang solid,” kata Letkol Ade Rohmat.
Ia menyampaikan harapan agar semangat kebersamaan ini terus terjaga hingga akhir masa pendidikan. “Semoga, mari kita jaga kekompakan ini. Para pelatih, tetap berikan yang terbaik dengan pendekatan yang humanis namun tegas. Para siswa, buktikan bahwa kalian layak menyandang sebutan Prajurit TNI AD. Saya yakin, dengan dukungan semua pihak, kita akan mencetak lulusan yang membanggakan,” tambahnya.
Upacara pembukaan Dikmata Infanteri Gel. II TA 2026 di Lapangan Hitam Bitung bukan sekadar ritual militer, melainkan deklarasi komitmen untuk membentuk manusia seutuhnya. Keteladanan Letkol Ade Rohmat, apresiasi Brigjen Wempi, dan dedikasi para pelatih menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengandalkan kekerasan fisik, tetapi juga kekuatan karakter dan ikatan emosional antar-personel.
Bagi 328 calon prajurit, hari ini adalah titik tolak transformasi diri. Mereka tidak hanya belajar cara memegang senjata atau berbaris, tetapi juga belajar makna kepemimpinan, pengorbanan, dan persaudaraan.
Dengan fondasi yang diletakkan secara profesional dan penuh kasih sayang di Rindam XIII/Merdeka, Indonesia mendapatkan jaminan bahwa garda terdepan pertahanan negaranya akan tumbuh menjadi prajurit yang dicintai rakyat dan ditakuti musuh.






