Manado, SiberSulut :Suasana riuh rendah sorak-sorai pendukung bergema di Lapangan Mini Soccer Bears, Ring Road Manado, pada Kamis sore (25/06/2026).
Bukan sekadar ajang adu skill sepak bola, gelaran penutupan Lomba Mini Soccer Antar Satuan Kerja (Satker) Polda Sulawesi Utara ini menjadi pesta persaudaraan yang menyatukan hati seluruh personel dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Momen puncak ini dihadiri langsung oleh Wakil Kapolda Sulut, Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., yang turut meriahkan suasana dengan kehadiran penuh kehangatan.
Kegiatan ini merupakan kulminasi dari rangkaian turnamen yang telah berlangsung beberapa waktu sebelumnya, mempertemukan perwakilan dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Sulut.
Di atas lapangan hijau, seragam dinas diganti dengan jersey tim, namun semangat loyalitas dan kebanggaan terhadap institusi tetap membara. Setiap gol yang tercipta bukan hanya menambah skor, tetapi juga mempererat ikatan emosional antar-rekan seprofesi yang sehari-hari mungkin jarang bertemu karena perbedaan tugas dan wilayah operasi.
Dalam sambutannya saat menutup acara, Brigjen Pol. Awi Setiyono menekankan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, adalah mikrokosmos dari pelaksanaan tugas kepolisian.
Ia menilai bahwa semangat fair play, komunikasi intensif, dan saling mendukung yang ditunjukkan para pemain selama pertandingan adalah refleksi nyata dari nilai-nilai Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
“Lomba ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah secara skor, tetapi tentang bagaimana kita membangun soliditas dan kekompakan.
Di lapangan hijau, kita belajar untuk saling percaya dan bekerja sama. Nilai-nilai inilah yang harus kita bawa kembali ke dalam tugas sehari-hari. Polisi yang profesional dan humanis lahir dari tim yang solid dan saling menghargai,” ujar Wakapolda dengan nada semangat.
Ia menambahkan bahwa momen HUT Bhayangkara ke-80 harus menjadi energi positif untuk memperkuat sinergi internal. “Semangat kebersamaan yang terbangun di sini adalah modal penting. Ketika kita kompak di luar lapangan, pelayanan kepada masyarakat akan terasa lebih ringan dan efektif,” tegasnya.
Selain menjadi sarana refreshing bagi personel yang kerap menghadapi tekanan tugas tinggi, turnamen ini juga berhasil mencairkan sekat-sekat hierarki dan birokrasi.
Para perwira, bintara, dan tamtama berbaur dalam satu tim, menunjukkan wajah Polri yang egaliter dan akrab. Sorak-sorai penonton yang terdiri dari rekan-rekan satu satuan lainnya menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental, jauh dari kesan kaku institusi penegak hukum.
Penutupan lomba ditandai dengan penyerahan piala dan penghargaan kepada tim juara, namun yang lebih berkesan adalah jabat tangan dan pelukan antar-pemain dari tim yang berbeda. Gestur sederhana ini mengirimkan pesan kuat bahwa di balik kompetisi, persaudaraan adalah hal yang paling utama.
Dengan berakhirnya Lomba Mini Soccer Antar Satker ini, Polda Sulut tidak hanya merayakan ulang tahun institusi, tetapi juga melakukan “pembaruan semangat” (recharging) bagi anggotanya. Energi positif, kesehatan fisik, dan mental yang segar diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik.
Brigjen Pol. Awi Setiyono berharap, jejak langkah sportifitas di Lapangan Bears Ring Road Manado ini dapat terus menginspirasi. Bahwa sejatinya, kekuatan terbesar Polri bukanlah pada senjata atau teknologi, melainkan pada kekompakan manusia-manusia di dalamnya yang siap bersatu padu menjaga kamtibmas demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera






