Sibersulut.com Tondey raya- Semangat gotong-royong masyarakat, Desa Tondey Raya kembali melakukan aksi kebersamaan untuk perbaikan tahap kedua di ruas jalan Tondey- Ongkaw, Kecamatan Motoling Barat, kembali dengan semangat menyala-nyala. Pada Sabtu (16/05/26).
Tanpa menunggu janji manis atau anggaran yang tak kunjung turun, warga secara sukarela dan swadaya bahu-membahu memperbaiki jalan poros vital yang menghubungkan Desa Raanan baru – Tondey- Ongkaw.
Jalan yang selama puluhan tahun ini rusak parah, berlubang, dan kerap memakan korban, kini mulai disentuh tangan-tangan rakyat.

Dari pagi hingga sore, warga turun langsung ke lokasi mengangkut material, menimbun lubang, hingga meratakan badan jalan.
Antusiasme warga memuncah, bukan karena proyek, melainkan karena kebutuhan mendesak demi akses ekonomi, pendidikan, dan keselamatan bersama.
Ironisnya, jalan poros yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah justru diperbaiki dengan uang dan tenaga rakyat kecil yang juga dibebani pajak.
Fakta ini memantik pertanyaan keras : di mana peran pemerintah selama ini? Mengapa akses penghubung antar wilayah dan kecamatan yang krusial dibiarkan rusak hingga warga harus patungan?
Warga Desa Tondey raya Swadaya Tambal Jalan Poros, Pemerintah Diminta Jangan Tinggal Diam?
Tokoh masyarakat setempat RPM, menegaskan bahawa aksi ini adalah tamparan keras bagi para pemangku kebijakan agar tidak menutup mata.
“Kami tidak menuntut berlebihan, kami hanya ingin jalan layak. Jika rakyat sudah bergerak, pemerintah jangan tinggal diam,” tegasnya.
Aksi swadaya ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. Namun lebih dari itu, harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah agar segera turun tangan, melakukan perbaikan permanen, dan tidak membiarkan semangat gotong-royong terus dijadikan penutup atas kelalaian kebijakan.
“Rakyat sudah membuktikan kepedulian. Kini giliran pemerintah menunjukkan tanggung jawab,” tutupnya.*ndy*








