Breaking news:
Sibersulut.com: MINAHASA SELATAN — Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minahasa Selatan–Minahasa Tenggara, Arie Toloh, Saat di hubungi Sibersulut.com membantah adanya anggapan bahwa pihak SMA Negeri 1 Motoling menutup-nutupi dugaan pelecehan seksual yang disebut terjadi terhadap salah seorang siswa kelas X pada tahun 2024 lalu.
Arie menjelaskan, sejak dugaan tersebut diketahui, pihak sekolah dinilai telah mengambil langkah dengan melaporkan persoalan tersebut kepada Cabang Dinas Pendidikan Minsel–Mitra. Menindaklanjuti laporan itu, dirinya bersama Kepala Seksi Pembinaan SMA dan Kepala Seksi GTK langsung mendatangi SMA Negeri 1 Motoling untuk memberikan arahan kepada kepala sekolah.
Menurut Arie, pihak sekolah diarahkan agar segera memanggil keluarga siswa yang disebut sebagai korban untuk membahas persoalan tersebut. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pertemuan antara pihak sekolah dan keluarga siswa kemudian telah dilakukan.
“Pihak sekolah juga mendorong keluarga untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual tersebut kepada pihak yang berwajib,” ujar Arie.
Tak hanya itu, Cabang Dinas Pendidikan juga mengambil langkah administratif dengan memanggil guru yang diduga terkait untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.
“Sebagai tindak lanjut, oknum guru tersebut kami panggil ke Cabang Dinas untuk dimintai keterangan dan dibuatkan berita acara pemeriksaan,” jelasnya.
Arie menambahkan, selama menunggu perkembangan persoalan tersebut, guru yang bersangkutan untuk sementara ditempatkan di Cabang Dinas Pendidikan Minsel–Mitra.
Namun, setelah sekitar tiga bulan tidak ada kejelasan mengenai perkembangan persoalan tersebut, guru yang bersangkutan kemudian dikembalikan ke SMA Negeri 1 Motoling untuk kembali melaksanakan tugas.
Arie menegaskan, rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa pihak sekolah maupun Cabang Dinas telah mengambil tindakan sesuai kewenangan masing-masing sejak persoalan tersebut diketahui.
Karena itu, ia membantah apabila muncul pemberitaan di media yang menyebut kepala SMA Negeri 1 Motoling menutup-nutupi dugaan tersebut.
“Jadi, kalau ada pemberitaan bahwa pihak kepala sekolah menutup-nutupi masalah itu, itu tidak benar,” tegas Arie.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di publik. Agar supaya persepsi dan opini di tenga masyarakat dapat mengetahui kejelasannya terkait dugaan tersebut.*TIM*






