Boltim, SiberSulut :Dalam upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, beretika, dan bebas dari perilaku negatif di lingkungan sekolah, Kapolres Bolmong Timur AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan,S.H,.M.Si,. melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dini kenakalan remaja dan bullying di SMAN 1 Kotabunan, Selasa (14/07).
Kegiatan yang dihadiri oleh Kasat Narkoba Polres Boltim, Kasat Binmas Polres Boltim, Kapolsek Urban Kotabunan, Kepala Sekolah, para guru, serta seluruh siswa kelas X tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya perundungan atau bullying yang saat ini masih sering terjadi di lingkungan pendidikan maupun di media sosial.
Dalam penyampaiannya, Kapolres Boltim menjelaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan atau gurauan biasa. Bullying adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang untuk menyakiti, mengintimidasi, merendahkan, atau membuat orang lain merasa takut dan tidak nyaman. Perilaku tersebut dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi korban, baik secara fisik maupun psikologis.
Kapolres Boltim menerangkan bahwa bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti tindakan fisik berupa memukul, menendang, atau merusak barang milik teman. Selain itu, bullying juga dapat dilakukan secara verbal melalui ejekan, penghinaan, pemberian julukan buruk, body shaming, maupun fitnah yang dapat melukai perasaan seseorang.
Tidak hanya itu, Kapolres juga mengingatkan para siswa tentang bahaya cyberbullying atau perundungan melalui media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin luas harus diimbangi dengan sikap bijak dalam berkomunikasi. Menyebarkan foto tanpa izin, memberikan komentar yang menghina, menyebarkan informasi pribadi seseorang, hingga membuat konten yang mempermalukan teman merupakan tindakan yang dapat merugikan orang lain dan berpotensi melanggar hukum.
“Kalian semua datang ke sekolah untuk belajar, meraih cita-cita, dan membangun masa depan. Jangan sampai ada yang merasa takut datang ke sekolah karena menjadi korban bullying. Jadilah teman yang baik, saling menghormati, dan saling mendukung satu sama lain,” pesan Kapolres kepada para siswa.
Kapolres juga mengajak para pelajar untuk menjadi upstander, yaitu orang yang berani membantu dan membela teman yang menjadi korban bullying. Siswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton ketika melihat perundungan terjadi, tetapi berani melaporkan kepada guru atau pihak sekolah agar masalah dapat segera ditangani dengan baik.
Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dihargai. Perbedaan penampilan, kemampuan, latar belakang keluarga, maupun kondisi fisik bukanlah alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi para siswa baru yang sedang memasuki lingkungan pendidikan tingkat SMA. Diharapkan melalui edukasi yang diberikan oleh Polres Boltim, para pelajar dapat memahami dampak buruk bullying serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan penuh rasa saling menghormati.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme. Para siswa tampak mengikuti materi yang disampaikan dengan serius serta memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga sikap, etika, dan pergaulan yang sehat di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.






