Kota Bitung, SiberSulut :Kabar duka mendalam menyelimuti seluruh lapisan masyarakat Kota Bitung, Sulawesi Utara, setelah Bapak Darma Baginda, sosok yang dikenal luas sebagai pemerhati kota sekaligus putra terbaik daerah ini, berpulang ke rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi aktivis, jurnalis, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, TNI, Polri, hingga kalangan Badan Usaha Milik Negara dan Daerah.
Darma Baginda bukan sekadar nama yang dikenal dalam perbincangan publik. Ia adalah sosok yang selalu hadir di tengah dinamika pembangunan Kota Bitung. Suaranya kerap melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada rakyat, namun setiap kalimat yang disampaikan selalu berlandaskan niat tulus untuk membangun, bukan menjatuhkan.
Bagi rekan-rekan jurnalis dan aktivis, almarhum adalah sosok mentor yang sabar dan penuh pengertian. Sementara bagi pemerintah, aparat keamanan, serta pengelola BUMD dan BUMN, ia menjadi mitra dialog yang kritis namun tetap terbuka, menjalin komunikasi dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
“Pak Darma tidak pernah lelah mengawal perubahan di Bitung. Kritik yang disampaikan selalu berbasis data dan dilandasi rasa empati. Beliau baik kepada siapa saja, baik masyarakat biasa maupun pejabat tinggi. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi iklim demokrasi dan kemanusiaan di daerah ini,” ujar Yanto, salah satu rekan aktivis yang turut menyampaikan belasungkawa.
Kalangan TNI dan Polri pun merasakan kekosongan yang terasa. Almarhum dikenal aktif memberikan masukan konstruktif terkait keamanan dan ketertiban masyarakat, serta tak segan mengapresiasi setiap langkah positif yang diambil institusi tersebut. Hubungan harmonis yang ia bangun menjadi teladan nyata bagaimana masyarakat sipil dan aparat dapat bersinergi demi kemajuan bersama.
Dukacita juga datang dari Keluarga Besar PLN ULP Bitung di bawah naungan PLN Suluttenggo. Pihak manajemen menyebut almarhum sebagai bagian dari keluarga besar PLN, yang konsisten memperjuangkan kebenaran dan keadilan bagi masyarakat.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Almarhum telah menjalani hidupnya dengan prinsip yang luhur, sebagaimana tertulis dalam Roma 14:8: ‘Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan,’” ungkap Manajer PLN ULP Bitung Ir. Steven Pailah, ST., dalam keterangan resminya.
Berbagai ucapan belasungkawa terus mengalir dari seluruh penjuru Bitung dan Sulawesi Utara. Nama Darma Baginda akan terus dikenang, bukan karena suaranya yang lantang, melainkan karena hatinya yang lembut serta komitmennya yang tak tergoyahkan bagi tanah kelahirannya.
Selamat jalan, Pak Darma Baginda. Warisan semangat mengkritik untuk membangun dan kebaikan hati yang tulus akan terus hidup dalam setiap langkah kemajuan Kota Bitung. Bitung kehilangan putra terbaiknya, sementara Indonesia kehilangan satu lagi teladan warga negara yang teladan






